Feeds:
Pos
Komentar

Dear Violet

violet

Dear Violet

Sepi telah menjerat hari-hariku. Hanya rintik hujan dan ranting patah yang sesekali meramaikannya. Jarum jam yang terus berdetak memunculkan rahasia demi rahasia apa arti kehadiranmu dalam kehidupanku. Dan sebelum semuanya terungkap, kau terburu-buru menghilang tanpa bisa kuhentikan. Lanjut Baca »

Menghapus Kerapuhan

Menghapus Kerapuhan

Melangkah kakiku perlahan. Masih dalam mendung yang menggelayut. Meneguk semua keparauan dunia. Aku memulai semuanya dari awal. Terjun dalam jurang begitu dalam. Dari sana banyak petualangan yang kualami. Banyak kesadaran baru yang aku mulai mengerti. Benang merah antara peristiwa demi peristiwa kini tampak perlahan. Seperti peribahasa kalau ada asap pastinya ada api. Hanya saja seringkali sulit sekali mengambil sikap yang bijak untuk menanggapi sebuah peristiwa. Aku masih sering latah. Hah!!! Saat aku menyadari aku salah bersikap aku hanya bisa menyesal dalam hati. Lanjut Baca »

Dalam Sebuah Bait Cerita…

bukan sekedar mimpi

Dalam sebuah bait cerita…

Aku kembali mencari jiwa yang hangat, yang mampu mencairkan kebekuan hatiku. Menawarkan keletihanku melihat lampu yang berjalan melawanku setiap malam. Membersamaiku melewati gerimis pagi yang membuat mentari seolah mengalah untuk bersinar. Seseorang yang sederhana saja. Seseorang yang sangat setia, juga kuat karena ada mimpi besar yang sedang kuperjuangkan di kota kecil kelahiranku. Lanjut Baca »

Bukan Sekedar Mimpi

bukan sekedar mimpiAwalnya aku hanyalah butiran-butiran kemungkinan. Lalu kau datang menggenapi ruang di setiap sela ruas jariku. Membuatku terdiam sejenak. Adakah benar aku menemukan keramahan yang hangat yang selama ini kucari. Dan entah mengapa perlahan aku kembali membuka sesuatu yang telah lama ku tutup, sesuatu yang telah lama tak ingin ku dengar. Setidaknya untuk 1 sampai 2 tahun ini. Namun, getaranmu terasa sangat mirip denganku hingga membuatku membuka lembaran itu kembali. Sebuah episode, dengan lakon dan cerita yang baru akan tertulis. Lanjut Baca »

Misteri Hujan Bagiku

Misteri HujanSelalu ada misteri yang tersimpan dalam hujan. Dalam gemericiknya aku seringkali terbawa oleh pusaran-pusaran ketenangan yang muncul secara sejati. Entah bagaimana aku memulainya, aku merasa berdialog dengannya. Tanpa berkata-kata. Padahal ada jarak yang cukup jauh antara aku dengannya. Ya bisa sampai puluhan meter. Awan yang menggulung hitam dan angin yang kencang menandakan kedatangannya. Lanjut Baca »

Manis Terasa karena Ada Pahit

Manis Terasa Karena Ada PahitMatanya berbinar ketika sosok yang sangat kukenal itu menghampiriku di rel kereta, tempat biasa kami bertemu. “Ada apa Bro?, dapat lotere-kah?”candaku mengawali pembicaraan sambil menyambut jabat tangannya yang hangat, lalu ia duduk disampingku sambil menatap bukit yang menghijau. “Allah mengabulkan doa yang selama ini kulantunkan setiap sehabis adzan, sehabis sholat, atau ketika hujan deras datang. Ternyata kamu benar Boy, waktu itu memang waktu terbaik untuk berdoa, buktinya sekarang doaku dikabulkan” katanya bersemangat. “Emang doamu apa?” tanyaku menyelidik. “Dapat bidadari” jawabnya cepat. Heh?? Keningku berkerut. Aku masih saja tidak mengerti. Lanjut Baca »

Punggung yang Tegar

Punggung yang TegarRasanya terasa nyaman berada di balik punggung-punggung mereka sehabis sholat subuh. Mendengarkan lantunan dzikir pagi yang sudah mereka hafal di luar kepala. Mereka tak tahu aku begitu menikmati nuansa yang terbentuk dari perpadua antara kepolosan, kejujuran dan ketegaran dengan polesan kelopak mata yang masih mengantuk. Seakan ada bagian diriku yang perlahan-lahan kembali tergenapi karenanya. Lanjut Baca »