<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>cinderajiwa hanif_ar</title>
	<atom:link href="http://hanifarrul.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hanifarrul.wordpress.com</link>
	<description>setiap perjalanan punya batu kerikil dan angin yang melengkapinya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 07:01:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hanifarrul.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f721f4ca0bcbfda1eb22b949efff9cca?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>cinderajiwa hanif_ar</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hanifarrul.wordpress.com/osd.xml" title="cinderajiwa hanif_ar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hanifarrul.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dear Violet</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com/2011/12/25/dear-violet/</link>
		<comments>http://hanifarrul.wordpress.com/2011/12/25/dear-violet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 02:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata hati]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Violet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifarrul.wordpress.com/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[Dear Violet Sepi telah menjerat hari-hariku. Hanya rintik hujan dan ranting patah yang sesekali meramaikannya. Jarum jam yang terus berdetak memunculkan rahasia demi rahasia apa arti kehadiranmu dalam kehidupanku. Dan sebelum semuanya terungkap, kau terburu-buru menghilang tanpa bisa kuhentikan. Sebenarnya aku bisa saja dengan mudah menemukan jejakmu. Namun, kau sendiri yang memintaku untuk tak mencarimu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=755&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://www.wallpaperpimper.com/wallpaper/Art_&amp;_3D/Women/Oriental-Violet-1-WB89G5FVGT-1024x768.jpg" alt="violet" width="295" height="212" /></p>
<p style="text-align:left;">Dear <strong>Violet</strong></p>
<p>Sepi telah menjerat hari-hariku. Hanya rintik hujan dan ranting patah yang sesekali meramaikannya. Jarum jam yang terus berdetak memunculkan rahasia demi rahasia apa arti kehadiranmu dalam kehidupanku. Dan sebelum semuanya terungkap, kau terburu-buru menghilang tanpa bisa kuhentikan.<span id="more-755"></span></p>
<p>Sebenarnya aku bisa saja dengan mudah menemukan jejakmu. Namun, kau sendiri yang memintaku untuk tak mencarimu. Hanya kenangan dari beberapa fragmen yang kau tinggalkan di stasiun Tugu. Di tengah ramainya kereta yang terus menderu. Kita berdiskusi tentang banyak hal. Semuanya begitu membekas meski beberapa diantaranya memperjelas jarak, siapa aku dan siapa kau sebenarnya. Pada akhirnya aku mengerti semua yang diawali dengan rekayasa akan berakhir dengan tidak sempurna.</p>
<p>Aku tahu kau berkemas dengan tergesa. Menanggalkan semua keinginanmu untuk menuruti keinginan mereka. Kau telah memilih untuk tak memberontak. Menjalani semuanya untuk membahagiakan mereka yang sejak kecil merawat dan membesarkanmu. Mungkin hanya aku yang paling paham semua alasan yang mendasari keputusanmu. Anehnya kau masih saja tersenyum meski kutahu batinmu merintih.</p>
<p>Sekarang aku tak tahu bagaimana kehidupan yang kau jalani. Ku harap lembar baru yang kau buka, dipenuhi dengan tinta cerita penuh warna. Seperti halnya dirimu, akupun harus membuka lembar baru dalam hidupku. Hm..stasiun Tugu..akan menjadi pemenuhan janji terakhirku kepadamu. Itupun jika jarum jam kembali mempertemukan kita disana. Jika pun tidak biarlah aku menemuimu di surga.</p>
<p><em>sumber gambar : http://www.wallpaperpimper.com/</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifarrul.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifarrul.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifarrul.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifarrul.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifarrul.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifarrul.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifarrul.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifarrul.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifarrul.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifarrul.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifarrul.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifarrul.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifarrul.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifarrul.wordpress.com/755/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=755&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifarrul.wordpress.com/2011/12/25/dear-violet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b46a50a3b7774454f77d1dac4c7fe08?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifarrul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.wallpaperpimper.com/wallpaper/Art_&#38;_3D/Women/Oriental-Violet-1-WB89G5FVGT-1024x768.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">violet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghapus Kerapuhan</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com/2011/12/01/menghapus-kerapuhan/</link>
		<comments>http://hanifarrul.wordpress.com/2011/12/01/menghapus-kerapuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 08:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kerapuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kuat]]></category>
		<category><![CDATA[Mendung]]></category>
		<category><![CDATA[Sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifarrul.wordpress.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Melangkah kakiku perlahan. Masih dalam mendung yang menggelayut. Meneguk semua keparauan dunia. Aku memulai semuanya dari awal. Terjun dalam jurang begitu dalam. Dari sana banyak petualangan yang kualami. Banyak kesadaran baru yang aku mulai mengerti. Benang merah antara peristiwa demi peristiwa kini tampak perlahan. Seperti peribahasa kalau ada asap pastinya ada api. Hanya saja seringkali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=749&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://hanifarrul.files.wordpress.com/2011/12/lonely-devianart-com1.jpg?w=229&#038;h=309" alt="Menghapus Kerapuhan" width="229" height="309" /></p>
<p style="text-align:left;">Melangkah kakiku perlahan. Masih dalam mendung yang menggelayut. Meneguk semua keparauan dunia. Aku memulai semuanya dari awal. Terjun dalam jurang begitu dalam. Dari sana banyak petualangan yang kualami. Banyak kesadaran baru yang aku mulai mengerti. Benang merah antara peristiwa demi peristiwa kini tampak perlahan. Seperti peribahasa kalau ada asap pastinya ada api. Hanya saja seringkali sulit sekali mengambil sikap yang bijak untuk menanggapi sebuah peristiwa. Aku masih sering latah. Hah!!! Saat aku menyadari aku salah bersikap aku hanya bisa menyesal dalam hati.<span id="more-749"></span></p>
<p>Kurasa aku tak jua bisa menjadi dewasa. Tak bisa menjadi lebih peka. Aku menjadi seseorang yang memperumit semuanya yang seharusnya sederhana. Hm..apa ini semua pengaruh dari keinginan yang seringkali melenceng dengan kenyataan? Atau ini apologiku untuk membela diriku karena ketidaksabaran untuk mencapai semuanya dengan proses? Ya proses. Penerjemahan dari usaha beriring dengan waktu. Mungkin mindsetku yang ingin semuanya serba instan. Aku ingin hasil yang cepat. Aku selalu mengharapkan imbalan dari semua yang kuperbuat karena aku sudah melakukan semuanya dengan benar. Sesuai prosedurnya.</p>
<p>Apa Allah punya rencana khusus untukku? Untuk mengurai semua kamuflase yang kulakukan. Memecahkan cangkang yang mengungkungku. Aku tak tahu pasti. Sekarang aku hanya bisa berjalan menyusuri setiap sudut peristiwa. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di sela-sela waktuku menghitung keberartian diriku di dunia. Di sela-sela senyum-senyum dan kepedulian yang palsu yang datang dan pergi. Dalam janji-janji yang seringkali tak ditepati. Aku kembali menyulam mimpi demi mimpi.</p>
<p>Aku bukanlah seseorang yang kuat. Aku masihlah rapuh. Namun, aku sering terlihat kuat di luar. Jangan tertipu dengan kamuflaseku. Jangan pernah mengharapkanku untuk memapahmu. Jadilah kuat dengan menjadi diri sendiri. Aku juga sedang belajar menjadi kuat. Jangan pernah berharap kepada manusia. Kau akan kecewa. Berharaplah kepada Allah, Tuhanmu yang menghadirkan mentari pagi yang hangat. Yang menghadirkan kegelapan malamnya untuk menenangkanmu. Tak ada yang lebih mengertimu daripada-Nya. Jadi mainkan peran yang dipilih-Nya untukmu. Mungkin dengan begitu potensimu akan lebih teroptimalkan. Mungkin dengan itu kita bisa menghapus kerapuhan masing-masing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>sumber foto : <a href="http://4.bp.blogspot.com/">http://4.bp.blogspot.com/</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifarrul.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifarrul.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifarrul.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifarrul.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifarrul.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifarrul.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifarrul.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifarrul.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifarrul.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifarrul.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifarrul.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifarrul.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifarrul.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifarrul.wordpress.com/749/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=749&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifarrul.wordpress.com/2011/12/01/menghapus-kerapuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b46a50a3b7774454f77d1dac4c7fe08?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifarrul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanifarrul.files.wordpress.com/2011/12/lonely-devianart-com1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Menghapus Kerapuhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalam Sebuah Bait Cerita&#8230;</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com/2011/02/27/dalam-sebuah-bait-cerita/</link>
		<comments>http://hanifarrul.wordpress.com/2011/02/27/dalam-sebuah-bait-cerita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 04:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata hati]]></category>
		<category><![CDATA[Bait]]></category>
		<category><![CDATA[Kamuflase]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Petualangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifarrul.wordpress.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah bait cerita&#8230; Aku kembali mencari jiwa yang hangat, yang mampu mencairkan kebekuan hatiku. Menawarkan keletihanku melihat lampu yang berjalan melawanku setiap malam. Membersamaiku melewati gerimis pagi yang membuat mentari seolah mengalah untuk bersinar. Seseorang yang sederhana saja. Seseorang yang sangat setia, juga kuat karena ada mimpi besar yang sedang kuperjuangkan di kota kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=739&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://photos-p.friendster.com/photos/38/19/38329183/1_771807037l.jpg" alt="Misteri Hujan" width="229" height="309" /></p>
<p style="text-align:center;">Dalam sebuah bait cerita&#8230;</p>
<p>Aku kembali mencari jiwa yang hangat, yang mampu mencairkan kebekuan hatiku. Menawarkan keletihanku melihat lampu yang berjalan melawanku setiap malam. Membersamaiku melewati gerimis pagi yang membuat mentari seolah mengalah untuk bersinar. Seseorang yang sederhana saja. Seseorang yang sangat setia, juga kuat karena ada mimpi besar yang sedang kuperjuangkan di kota kecil kelahiranku.<span id="more-739"></span></p>
<p style="text-align:center;">Dalam sebuah bait cerita&#8230;</p>
<p>Aku ingin mengoleksi beragam topeng kamuflase agar aku dan segala hal yang kupikirkan tidak mudah diterka orang. Ada duniaku yang tak bisa diterjemahkan orang lain. Meski mungkin dengan begitu orang akan meremehkan atau memandangku rendah. Biarlah semua terlihat biasa&#8230;yang terpenting di balik itu semua sejatinya aku mempunyai kemampuan dan terus berusaha untuk bermanfaat bagi sesama.</p>
<p style="text-align:center;">Dalam sebuah bait cerita&#8230;</p>
<p>Selalu ada pertarungan. Atau lebih tepatnya kekaburan antara kebutuhan pengakuan dan eksistensi diri. Apakah segala hal yang kulakukan sebenarnya ikhlas dari lubuk hati. Atau semata-mata ingin didengar, dilihat, kemudian mendapat puji? Kita akan tahu pasti. Saat semua catatan amal diperlihatkan di hari penimbangan nanti. Dan sampai saat itu tiba, ku coba terus melakukan kebaikan yang ku bisa sampai aku mati.</p>
<p style="text-align:center;">Dalam sebuah bait cerita&#8230;</p>
<p>Aku mungkin mirip denganmu saat ini. Bukan orang bergelimang harta, sering bimbang akan hidup, melakukan semua hal seperti orang biasa pada umumnya hingga semuanya pada akhirnya menjadi rutinitas tanpa makna. Namun, kuharap itu semua tak membuatmu berhenti mencari. Mencari semua yang ingin kau cari. Hidupkan kembali semangat petualanganmu! Pecahkan semua kata sandi. Kemudian tulis semua kisahmu, sedihmu dan bahagiamu. Mulailah &#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Dalam sebuah bait cerita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifarrul.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifarrul.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifarrul.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifarrul.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifarrul.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifarrul.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifarrul.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifarrul.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifarrul.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifarrul.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifarrul.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifarrul.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifarrul.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifarrul.wordpress.com/739/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=739&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifarrul.wordpress.com/2011/02/27/dalam-sebuah-bait-cerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b46a50a3b7774454f77d1dac4c7fe08?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifarrul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-p.friendster.com/photos/38/19/38329183/1_771807037l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Misteri Hujan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Sekedar Mimpi</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/10/26/bukan-sekedar-mimpi/</link>
		<comments>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/10/26/bukan-sekedar-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 08:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata hati]]></category>
		<category><![CDATA[episode]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[kesederhanaan]]></category>
		<category><![CDATA[keterbukaan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifarrul.wordpress.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya aku hanyalah butiran-butiran kemungkinan. Lalu kau datang menggenapi ruang di setiap sela ruas jariku. Membuatku terdiam sejenak. Adakah benar aku menemukan keramahan yang hangat yang selama ini kucari. Dan entah mengapa perlahan aku kembali membuka sesuatu yang telah lama ku tutup, sesuatu yang telah lama tak ingin ku dengar. Setidaknya untuk 1 sampai 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=730&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignright" src="http://bukhori.blogdetik.com/files/2009/12/migrate_in_dream_by_liquidkid1.jpg" alt="bukan sekedar mimpi" width="260" height="212" />Awalnya aku hanyalah butiran-butiran kemungkinan. Lalu kau datang menggenapi ruang di setiap sela ruas jariku. Membuatku terdiam sejenak. Adakah benar aku menemukan keramahan yang hangat yang selama ini kucari. Dan entah mengapa perlahan aku kembali membuka sesuatu yang telah lama ku tutup, sesuatu yang telah lama tak ingin ku dengar. Setidaknya untuk 1 sampai 2 tahun ini. Namun, getaranmu terasa sangat mirip denganku hingga membuatku membuka lembaran itu kembali. Sebuah episode, dengan lakon dan cerita yang baru akan tertulis.<span id="more-730"></span></p>
<p>Aku dengan semua kekuranganku memberanikan diri untuk menerima setetes embun yang kau tawarkan, ketika duniaku terasa semakin ringkih karena panas. Ada semacam kecanggungan karena kini semua tampak berbeda. Ada semacam kegamangan karena sebuah tanda tanya terus saja berputar di kepala. Apakah aku akan bisa menjaga dengan baik semua yang sekarang kau titipkan kepadaku?</p>
<p>Kau bukan <strong><a title="..." href="http://hanifarrul.wordpress.com/2009/08/18/jingga/">Jingga</a></strong>, juga bukan <strong><a title="..." href="http://hanifarrul.wordpress.com/2010/05/06/violet_serupa-tapi-tak-sama/">Violet</a></strong>. Kau melingkupi semuanya. Warnamu saat ini belum begitu jelas. Namun, itulah yang membuatmu semakin menarik bagiku untuk lebih mengenalmu. Yang jelas kau begitu meneduhkan, auramu begitu menentramkan. Itu yang terpenting. Itu yang membuatku mengakhiri semua petualanganku. Aku ingin segera berlari. Meletakkan semua penat dalam pelabuhanmu yang dipenuhi burung camar yang riang. Dalam duniamu yang ramah.</p>
<p>Kesederhanaan&#8230;. Hanya itu yang kupunya, yang kurasa dengannya bisa membuat hidup akan terasa lebih menentramkan. Kebebasan&#8230;. Hanya itu cara yang bisa kubagi agar kita sama-sama bisa berkembang. Bukankah potensi kita bisa teroptimalkan ketika kita bisa menjadi diri sendiri? Aku ingin membuatmu terbang setinggi yang kau mau. Keterbukaan&#8230;. Hanya itu yang bisa kutawarkan. Semua akan mudah dimengerti saat kita sama-sama jujur dengan keadaan diri kita. Semua akan mudah dicapai ketika kita sama-sama mengetahui bagaimana kita harus saling mendorong hingga pada akhirnya kita sama-sama paham, kita tercipta untuk saling melengkapi. Semoga semua diatas menjadi realita bukan sekedar mimpi atau wacana belaka. Meski aku tak tahu siapa dirimu dan dimana sekarang kau berada.</p>
<p style="text-align:right;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;"><strong><em>*ditulis berdasarkan dunia khayalanku.</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifarrul.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifarrul.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifarrul.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifarrul.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifarrul.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifarrul.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifarrul.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifarrul.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifarrul.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifarrul.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifarrul.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifarrul.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifarrul.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifarrul.wordpress.com/730/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=730&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/10/26/bukan-sekedar-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b46a50a3b7774454f77d1dac4c7fe08?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifarrul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bukhori.blogdetik.com/files/2009/12/migrate_in_dream_by_liquidkid1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bukan sekedar mimpi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Misteri Hujan Bagiku</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/09/20/misteri-hujan-bagiku/</link>
		<comments>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/09/20/misteri-hujan-bagiku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 14:07:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata hati]]></category>
		<category><![CDATA[berani]]></category>
		<category><![CDATA[fase]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[jejak]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifarrul.wordpress.com/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[Selalu ada misteri yang tersimpan dalam hujan. Dalam gemericiknya aku seringkali terbawa oleh pusaran-pusaran ketenangan yang muncul secara sejati. Entah bagaimana aku memulainya, aku merasa berdialog dengannya. Tanpa berkata-kata. Padahal ada jarak yang cukup jauh antara aku dengannya. Ya bisa sampai puluhan meter. Awan yang menggulung hitam dan angin yang kencang menandakan kedatangannya. Ia selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=726&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter" src="http://nounoune8688.files.wordpress.com/2010/05/1280788-1-rain-day.jpg?w=229&#038;h=309" alt="Misteri Hujan" width="229" height="309" />Selalu ada misteri yang tersimpan dalam hujan. Dalam gemericiknya aku seringkali terbawa oleh pusaran-pusaran ketenangan yang muncul secara sejati. Entah bagaimana aku memulainya, aku merasa berdialog dengannya.  Tanpa berkata-kata. Padahal ada jarak yang cukup jauh antara aku dengannya. Ya bisa sampai puluhan meter. Awan yang menggulung hitam dan angin yang kencang menandakan kedatangannya.<span id="more-726"></span></p>
<p>Ia selalu menghiburku ketika jiwaku mulai memberat. Menghiburku dengan tarian rintiknya. Lalu perlahan mendekat. Menyentuh dengan lembut pori-pori wajahku. Jika tahu aku akan menangis, ia selalu bisa menyembunyikan air mataku dengan deras yang mengguyur. Membuatku harus tertunduk. Aku takkan pernah menang bertatap mata dengannya kalau sudah begitu. Ia akan membuatku menatap ke bawah. Menemukan kembali jejak-jejakku yang mungkin terlupa. Dengan kehadirannya aku melihat dengan jelas jejak-jejak yang telah kubuat.</p>
<p>Maka tiba-tiba saja jejak-jejak itu membuatku berpikir tentang bagaimana aku melangkah. 1000 langkahku selalu diawali dari langkah pertama. Dan seperti halnya manusia lainnya, langkah pertamaku juga selalu disertai ketakutan atau kekhawatiran yang terkadang tidak masuk akal. Namun, dengan ketakutan itu aku mempunyai alasan untuk menjadi pemberani. Seseorang dikatakan berani ketika bisa mengelola rasa takutnya. Itulah mengapa kita wajar ketika mempunyai rasa takut.</p>
<p>Yah pada akhirnya aku sadar, seringkali pergantian fase dalam hidup membuatku ketakutan. Dari nyaman menjadi terusik. Dari bahagia menjadi duka. Dari kaya menjadi fakir. Dari anak-anak yang bisa berbuat semaunya menjadi dewasa. Ya hujan telah mengingatkanku bahwa ketakutan yang terjadi padaku sekarang adalah sebuah kewajaran. Kini tinggal bagaimana diriku mengelola ketakutan-ketakutan itu. Mari menjadi pemberani!</p>
<p style="text-align:right;"><em>sumber gambar : http://nounoune8688.files.wordpress.com/</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifarrul.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifarrul.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifarrul.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifarrul.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifarrul.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifarrul.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifarrul.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifarrul.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifarrul.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifarrul.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifarrul.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifarrul.wordpress.com/726/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifarrul.wordpress.com/726/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifarrul.wordpress.com/726/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=726&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/09/20/misteri-hujan-bagiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b46a50a3b7774454f77d1dac4c7fe08?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifarrul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nounoune8688.files.wordpress.com/2010/05/1280788-1-rain-day.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Misteri Hujan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manis Terasa karena Ada Pahit</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/09/03/manis-terasa-karena-ada-pahit/</link>
		<comments>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/09/03/manis-terasa-karena-ada-pahit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 14:42:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kelereng]]></category>
		<category><![CDATA[bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[manis]]></category>
		<category><![CDATA[pahit]]></category>
		<category><![CDATA[pengganti]]></category>
		<category><![CDATA[ridho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifarrul.wordpress.com/?p=717</guid>
		<description><![CDATA[Matanya berbinar ketika sosok yang sangat kukenal itu menghampiriku di rel kereta, tempat biasa kami bertemu. “Ada apa Bro?, dapat lotere-kah?”candaku mengawali pembicaraan sambil menyambut jabat tangannya yang hangat, lalu ia duduk disampingku sambil menatap bukit yang menghijau. “Allah mengabulkan doa yang selama ini kulantunkan setiap sehabis adzan, sehabis sholat, atau ketika hujan deras datang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=717&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignleft" src="http://fc07.deviantart.com/fs20/f/2007/245/f/0/Candy_Land_by_ArhcamtIlnaad.jpg" alt="Manis Terasa Karena Ada Pahit" width="229" height="309" />Matanya berbinar ketika sosok yang sangat kukenal itu menghampiriku di rel kereta, tempat biasa kami bertemu. “Ada apa Bro?, dapat lotere-kah?”candaku mengawali pembicaraan sambil menyambut jabat  tangannya yang hangat, lalu ia duduk disampingku sambil menatap bukit yang menghijau.  “Allah mengabulkan doa yang selama ini kulantunkan setiap sehabis adzan, sehabis sholat, atau ketika hujan deras datang. Ternyata kamu benar Boy, waktu itu memang waktu terbaik untuk berdoa, buktinya sekarang doaku dikabulkan” katanya bersemangat. “Emang doamu apa?” tanyaku menyelidik. “Dapat bidadari” jawabnya cepat. Heh?? Keningku berkerut. Aku masih saja tidak mengerti.<span id="more-717"></span></p>
<p>“Bidadari itu telah datang di kehidupanku. Bidadari yang selama ini kucari. Bidadari yang selama ini menungguku di luar sana. Seperti kataku dulu, saat kita mengikhlaskan sesuatu karena Allah, kita akan mendapat ganti yang lebih baik, yang tepat untuk kita. Ya itu karena Allah tahu yang terbaik untuk diri kita, katanya nyrocos. “Wah curang, kau mencuri start. Kau pasti sudah taaruf sama seorang akhwat ya tanpa sepengetahuanku?aku bertanya sambil menarik leher kemejanya seolah-olah mengancam. Dan ia cuma cengengesan. “Doakan kami bisa lancar sampai akad nikah ya!” tiba-tiba saja wajahnya memelas membuatku akhirnya tersenyum lalu memeluknya. “Selamat akhi” ucapku lirih di telinga kirinya.</p>
<p>Aku ingat kembali tentang sebuah pertarungan yang dihadapinya satu tahun kemarin. Tepat di akhir ramadhan, ia mendengar berita yang mengguncang dunia penuh warna yang disulamnya selama 7 tahun lamanya. Dan dengan tegarnya dia melewati semuanya di depanku, dengan datang ke walimahan orang yang dicintainya. Ia mengajariku akan arti sebuah keikhlasan. Tentang ridho akan ketentuan yang Allah berikan kepadanya. Teramat sangat pahit kalau aku membayangkan di posisinya saat itu. Namun, karena merasakan kepahitan itulah kita akhirnya tahu bagaimana nikmatnya mengecap manisnya kehidupan.</p>
<p>Sore itu menjadi awal yang indah. Seindah guratan senja yang akan menutup hari. Penggenapan jati dirinya akan terus berlanjut karena baginya menjadi ideal bagi orang lain yang mencintainya kini adalah dengan terus sama-sama belajar untuk saling memahami, untuk saling memberi, dan untuk saling terbuka dan percaya. Ramadhan kali ini menjadi begitu istimewa bagi dirinya. Ya dari ceritanya aku akhirnya tahu, di awal ramadhan ini Allah telah menjawab doanya. Subhanallah&#8230;hanya satu tahun berselang. Ia pada akhirnya mendapatkan apa yang selama ini ia cari, sesuatu yang akan menentramkan hatinya.</p>
<p>“Ternyata kau tak perlu mati syahid untuk mendapatkan bidadari ya” candaku ketika kami melangkah pulang karena adzan magrib telah berkumandang dari kampung kami. Hening sejenak setelah kulontarkan kalimat itu. Kami saling pandang. Dan akhirnya tertawa keras bersama&#8230;Ha Ha Ha Ha Ha&#8230;</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;"><em>Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan <strong><a title="..." href="http://hanifarrul.wordpress.com/2010/01/07/kepastian-yang-mahal/">Kepastian yang Mahal</a></strong></em></p>
<p style="text-align:right;"><em>sumber gambar<strong> : </strong></em>http://fc07.deviantart.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifarrul.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifarrul.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifarrul.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifarrul.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifarrul.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifarrul.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifarrul.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifarrul.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifarrul.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifarrul.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifarrul.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifarrul.wordpress.com/717/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifarrul.wordpress.com/717/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifarrul.wordpress.com/717/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=717&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/09/03/manis-terasa-karena-ada-pahit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b46a50a3b7774454f77d1dac4c7fe08?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifarrul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fc07.deviantart.com/fs20/f/2007/245/f/0/Candy_Land_by_ArhcamtIlnaad.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Manis Terasa Karena Ada Pahit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Punggung yang Tegar</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/08/31/punggung-yang-tegar/</link>
		<comments>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/08/31/punggung-yang-tegar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 11:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata hati]]></category>
		<category><![CDATA[air mata]]></category>
		<category><![CDATA[ketegaran]]></category>
		<category><![CDATA[punggung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifarrul.wordpress.com/?p=712</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya terasa nyaman berada di balik punggung-punggung mereka sehabis sholat subuh. Mendengarkan lantunan dzikir pagi yang sudah mereka hafal di luar kepala. Mereka tak tahu aku begitu menikmati nuansa yang terbentuk dari perpadua antara kepolosan, kejujuran dan ketegaran dengan polesan kelopak mata yang masih mengantuk. Seakan ada bagian diriku yang perlahan-lahan kembali tergenapi karenanya. Mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=712&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignright" src="http://photos-p.friendster.com/photos/38/19/38329183/2_812045502l.jpg" alt="Punggung yang Tegar" width="295" height="212" />Rasanya terasa nyaman berada di balik punggung-punggung mereka sehabis sholat subuh. Mendengarkan lantunan dzikir pagi yang sudah mereka hafal di luar kepala. Mereka tak tahu aku begitu menikmati nuansa yang terbentuk dari perpadua antara kepolosan, kejujuran dan ketegaran dengan polesan kelopak mata yang masih mengantuk. Seakan ada bagian diriku yang perlahan-lahan kembali tergenapi karenanya.<span id="more-712"></span></p>
<p>Mungkin mereka tak sadar bahwa mereka lebih tegar daripada aku yang lebih tua dari mereka. Mereka memiliki punggung-punggung kecil yang tegar. Yang dengan mudahnya melupakan semua kesalahan yang pernah orang lain lakukan kepadanya. Yang dengan mudahnya jiwa kembali ceria, kembali berpijar meski mereka tak memiliki sesuatu yang orang lain miliki, kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya. Ya bercengkrama dengan anak-anak yatim seperti mereka membuatku merasa sangat bersyukur akan kehidupan yang selama ini kujalani.</p>
<p>Seperti halnya mereka, aku sekarang dituntut untuk memiliki punggung yang juga tegar. Agar aku mampu menjadi tempat berlabuh jika ada orang yang ingin melabuhkan segala keluh kesahnya di punggungku. Agar aku mampu memberikan rasa nyaman dan aman kepada orang yang percaya kepadaku. Punggung yang akan mengukur seberapa besarkah tingkat kesabaranku, seberapa besar tingkat empatiku, dan seberapa besar aku mampu memberikan solusi untuknya. Di punggung itulah aku ingin menanggung semua beban, menyimpan dan menyemai cinta, dan mengeringkan air mata orang-orang yang kucintai.</p>
<p>Aku berharap waktu berpihak kepadaku. Dengannya aku ingin terus berproses untuk memiliki punggung yang tegar. Semua itu akan terus terjadi sampai akhirnya aku mati. Dan kuharap engkau, orang yang mencintaiku, setidaknya mengingatku. Meski hanya dari punggungku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifarrul.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifarrul.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifarrul.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifarrul.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifarrul.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifarrul.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifarrul.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifarrul.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifarrul.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifarrul.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifarrul.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifarrul.wordpress.com/712/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifarrul.wordpress.com/712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifarrul.wordpress.com/712/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=712&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/08/31/punggung-yang-tegar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b46a50a3b7774454f77d1dac4c7fe08?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifarrul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-p.friendster.com/photos/38/19/38329183/2_812045502l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Punggung yang Tegar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Snow Dance</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/30/snow-dance/</link>
		<comments>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/30/snow-dance/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 23:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata hati]]></category>
		<category><![CDATA[Diriku]]></category>
		<category><![CDATA[Kado Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[Snow Dance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifarrul.wordpress.com/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin hatiku melembut selaras dengan bertambahnya usiaku.  Langkahku telah mengantarkanku kepada usia 25 tahun. Kaki-kaki kecilku yang dulu telanjang lincah berlari di bawah guyuran hujan kini harusnya semakin menguat karena seringkali bertemu dengan kerikil kehidupan yang tajam. Kedua tangan kecilku yang dulu sering menengadah kini harusnya seringkali di atas untuk memberi. Dan otakku yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=706&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/30/snow-dance/"><img src="http://img.youtube.com/vi/HYPcQpxUon0/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
Aku ingin hatiku melembut selaras dengan bertambahnya usiaku.  Langkahku telah mengantarkanku kepada usia 25 tahun. Kaki-kaki kecilku yang dulu telanjang lincah berlari di bawah guyuran hujan kini harusnya semakin menguat karena seringkali bertemu dengan kerikil kehidupan yang tajam. Kedua tangan kecilku yang dulu sering menengadah kini harusnya seringkali di atas untuk memberi. Dan otakku yang dulu bebal harusnya kini semakin mengerti akan arti hadirku di dunia ini.<span id="more-706"></span></p>
<p>Hanya saja aku masih merasa asing dengan diriku. Aku masih sering bertanya kepada setiap cermin yang kutemui. <em>“Mengapa aku dilahirkan dari keluarga ini. Mengapa aku harus bertemu dengan orang ini, orang itu. Atau “Hal apa saja yang sebaiknya kutuntut dan tidak?”.</em> Aku semakin gamang dengan tujuanku. Apa mungkin karena aku tak sadar bahwa sekarang aku dalam kondisi stagnan, tetapi merasa sudah berlari kencang? Atau karena aku kurang mensyukuri atas semua yang kuperoleh selama ini?</p>
<p>Tak ada kado ulang tahun selama 25 tahun ini. Mungkin menjadi sebuah hal yang tak begitu istimewa merayakan hari ulang tahun dalam keluargaku, makanya menjadi hal yang biasa ketika kami tak pernah merayakannya. Bahkan aku tak pernah tahu persis tanggal lahir bapak sama simbok. Di KTP mereka hanya tercantum tahunnya saja. Yang pasti mereka lahir sebelum tahun kemerdekaan. Dan aku ingin merubah itu semua setidaknya dalam kehidupanku nanti. Aku ingin menghargai diriku sendiri dan juga orang-orang yang mencintaiku. Dengan memberikan kado yang sederhana dan bermakna bagi mereka.</p>
<p>Ada banyak cita-cita dan keinginan yang belum kupenuhi. Satu diantaranya, aku ingin menjadi kaya sehingga aku bisa lebih banyak memberi. Aku ingin merasa bahagia dengan hal-hal yang sederhana yang bisa kutemui dalam kehidupan ini. Hingga akhirnya aku bisa tersenyum setulus hati. Seperti halnya aku ingin menemui tarian salju yang begitu anggun nanti.</p>
<p style="text-align:right;"><em>terinspirasi Snow Dance : Depapepe</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifarrul.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifarrul.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifarrul.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifarrul.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifarrul.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifarrul.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifarrul.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifarrul.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifarrul.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifarrul.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifarrul.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifarrul.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifarrul.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifarrul.wordpress.com/706/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=706&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/30/snow-dance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b46a50a3b7774454f77d1dac4c7fe08?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifarrul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I’ll Always be Right There</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/22/i%e2%80%99ll-always-be-right-there/</link>
		<comments>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/22/i%e2%80%99ll-always-be-right-there/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 08:17:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifarrul.wordpress.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[Kapan kau akan hadir dalam hidupku, aku tidak pernah tahu. Yang kutahu kau sudah tercipta dan sedang menunggu di luar sana. Kurasa kau dan aku sedang sama-sama berjuang untuk mencari. Sama-sama bersabar untuk menunggu. Juga sama-sama belajar untuk terus bertumbuh, menjadi pribadi-pribadi yang bersikap dewasa, siap mengabdi, banyak memberi dan mempunyai kejelasan visi. Seringkali terpikir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=698&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapan kau akan hadir dalam hidupku, aku tidak pernah tahu. Yang kutahu kau sudah tercipta dan sedang menunggu di luar sana. Kurasa kau dan aku sedang sama-sama berjuang untuk mencari. Sama-sama bersabar untuk menunggu. Juga sama-sama belajar untuk terus bertumbuh, menjadi pribadi-pribadi yang bersikap dewasa, siap mengabdi, banyak memberi dan mempunyai kejelasan visi.<span id="more-698"></span></p>
<p>Seringkali terpikir dalam benakku. Seringkali terlintas menjadi khayalanku. Ketika aku sedang melihat rembulan bersinar penuh. Atau jari telunjukku menunjuk satu bintang di langit malam, aku merasakan kau sedang melakukan hal yang sama sepertiku. Seakan kita berusaha menitipkan kerinduan kita kepada malam agar diterjemahkan menjadi nada-nada yang lembut dan menentramkan.</p>
<p>Aku punya ratusan kisah yang ingin kuceritakan. Dari masa kecilku hingga masa balighku. Sambil menikmati angin dan cahaya sore di tempat favoritku. Ya di rel kereta api. Cerita tentang kesederhanaan, yang kutangkap, kurangkai, lalu kumaknai sendiri. Dan akhirnya aku ingin mengetahui tanggapanmu tentangnya. Mungkin kau punya sudut pandang yang berbeda yang akan lebih memperkaya.</p>
<p>Aku juga mempunyai romantisme yang entah sejak kapan aku punya. Romantisme itu terasa tiba-tiba mengalir lalu muncul dalam diriku. Kuharap nanti itu menjadi hal yang pantas untuk membahagiakanmu. Dan itu akan bisa terjadi setelah aku menikahimu. Mungkin lagu ini yang akan ku dendangkan untukmu suatu waktu nanti. Sebuah ungkapan bahwa aku akan terus berusaha mencintaimu sepenuh hati.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/22/i%e2%80%99ll-always-be-right-there/"><img src="http://img.youtube.com/vi/n9Cq-BM9EHw/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><em>I swear to you<br />
I will always be there for you<br />
there&#8217;s nothin&#8217; I won&#8217;t do</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>I promise you<br />
all my life I will live for you<br />
we will make it through</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Forever &#8211; we will be<br />
Together &#8211; you and me<br />
Oh n&#8217; when I hold ya<br />
Nothing can compare<br />
With all of my heart<br />
You know I&#8217;ll always be &#8211; right there</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>I believe in us<br />
Nothing else could ever mean so much<br />
You&#8217;re the one I trust </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>our time has come<br />
we&#8217;re not two people now<br />
we are one<br />
ya you&#8217;re second to none</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Forever &#8211; we will be<br />
Together &#8211; a family<br />
The more I get to know ya<br />
Nothing can compare<br />
With all of my heart<br />
You know I&#8217;ll always be &#8211; right there</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Forever &#8211; we will be<br />
Together &#8211; just you and me<br />
The more I get to know ya<br />
the more I really care<br />
With all of my heart<br />
You know I&#8217;ll always be&#8230;</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Ya know I really love ya<br />
Nothin&#8217; can compare<br />
For all of my life<br />
You know I&#8217;ll always be<br />
right there </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifarrul.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifarrul.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifarrul.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifarrul.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifarrul.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifarrul.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifarrul.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifarrul.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifarrul.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifarrul.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifarrul.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifarrul.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifarrul.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifarrul.wordpress.com/698/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=698&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/22/i%e2%80%99ll-always-be-right-there/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b46a50a3b7774454f77d1dac4c7fe08?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifarrul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBSN: Mengenal Diri sebagai Hamba</title>
		<link>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/20/ibsn-mengenal-diri-sebagai-hamba/</link>
		<comments>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/20/ibsn-mengenal-diri-sebagai-hamba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 08:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
				<category><![CDATA[kelereng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanifarrul.wordpress.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Aku dilahirkan dari keluarga besar  yang sederhana. Dengan deru kereta sebagai penghiburnya. Panas mentari telah menorehkan warna merah di rambutku kala kecilku. Anehnya aku tak pernah peduli dengan semua itu. Aku bebas bermain kemana saja. Mancing ikan seharian di sawah, mencari kepiting di sungai, atau memburu burung dengan ketapel di tanganku. Hujan, menjadi sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=691&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignleft" src="http://photos-p.friendster.com/photos/38/19/38329183/2_105896736l.jpg" alt="MDsH" width="295" height="212" />Aku dilahirkan dari keluarga besar  yang sederhana. Dengan deru kereta sebagai penghiburnya. Panas mentari telah menorehkan warna merah di rambutku kala kecilku. Anehnya aku tak pernah peduli dengan semua itu. Aku bebas bermain kemana saja. Mancing ikan seharian di sawah, mencari kepiting di sungai, atau memburu burung dengan ketapel di tanganku.<span id="more-691"></span></p>
<p>Hujan, menjadi sesuatu yang ditunggu. Karena dengan turunnya ia membawa keceriaan. Membuatku berlari keluar rumah untuk menyambutnya  bersama-sama teman. Aku mendapat kebahagiaa yang hanya terjemahkan melalui badanku yang menggigil kedinginan. Lalu aku beranjak dewasa. Melewati fase bangku sekolah dengan semestinya. Yang terasa lebih dibandingkan semua kakakku yang lain, aku bisa sampai ke bangku kuliah.</p>
<p>Hidup dalam keluarga besar yang sederhana seringkali membuat keinginanku dan semua kakakku tak dituruti oleh kedua orang tuaku. Maka acapkali kami hanya bisa gigit jari ketika keinginan kami tak sesuai dengan harapan orang tua. Namun, dengan begitu secara tak langsung sebenarnya kami diajarkan untuk bekerja keras ketika kami ingin mendapatkan sesuatu. Kalau sudah mentok, baru kami menggunakan senjata terakhir. “Ngambek”. He he he</p>
<p>Kehidupan sederhana yang kami jalani seperti halnya kehidupan kebanyakan “wong-wong cilik” yang mendominasi srata sosial penduduk Indonesia. Kehidupan yang serba pas-pasan dan harus lebih banyak menelan kata “bersabar”. Kami harus bekerja lebih untuk mendapatkan sesuatu yang diluar jangkauan kami. Namun,  dengan merasakan menjadi “wong cilik” itulah, kami akhirnya menyadari bahwa dengan merasa kecil dan lemah itulah kami akhirnya menjadi Hamba Allah.</p>
<p>Jika kami dilahirkan seperti fir’aun, mungkin kami tak begitu kental bersentuhan dengan kehidupan yang serba “rekoso”. Fir’aun yang sejak dari kecil  bisa mendapatkan segala hal yang diinginkan. Apa saja yang menjadi perkataannya bisa menjadi hukum yang harus ditaati semua orang. Ia bisa memperbudak sekian ribu orang mengangkat batu-batu yang sangat berat  untuk dijadikan pyramid, spink dsb. Maka wajarlah ketika dirinya merasa lebih jika dibandingkan dengan orang lain. Dan merasa lebihnya telah membuat dirinya gelap mata dengan menganggap dirinya sebagai Tuhan semesta alam. Lalu Allah murka kepadanya dengan menenggelamkannya dalam lautan.</p>
<p>Dari kisah Fir&#8217;aun kita mendapat hikmah bahwa seharusnya kita tetap harus bersyukur jika kita memang dilahirkan dari keluarga yang sederhana karena dari sanalah fitrah kita sebagai hamba lebih mudah terbentuk. Dengan seringkali bersentuhan dengan penderitaan, kekurangan, kesempitan kita akan benar-benar merasa kecil dan lemah. Lalu kita akan mencari pegangan yang sangat kuat. Kita akan mencari bantuan yang bisa kita minta kapanpun dan dimanapun. Kita aka kembali kepada Allah swt. Tuhan yang menciptakan dan memberikan kita banyak kenikmatan. Dan jika diantara kita atau anak-anak kita nanti dilahirkan dalam keluarga yang kaya, tetaplah bersikap sebagai hamba, dengan bersikap peduli dan rendah hati kepada sesama.</p>
<p>Mari sama-sama belajar kembali menjaga fitrah kita sebagai hamba Allah!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanifarrul.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanifarrul.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanifarrul.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanifarrul.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanifarrul.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanifarrul.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanifarrul.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanifarrul.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanifarrul.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanifarrul.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanifarrul.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanifarrul.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanifarrul.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanifarrul.wordpress.com/691/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanifarrul.wordpress.com&amp;blog=5882857&amp;post=691&amp;subd=hanifarrul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanifarrul.wordpress.com/2010/07/20/ibsn-mengenal-diri-sebagai-hamba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b46a50a3b7774454f77d1dac4c7fe08?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanifarrul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-p.friendster.com/photos/38/19/38329183/2_105896736l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MDsH</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
