Awalnya aku hanyalah butiran-butiran kemungkinan. Lalu kau datang menggenapi ruang di setiap sela ruas jariku. Membuatku terdiam sejenak. Adakah benar aku menemukan keramahan yang hangat yang selama ini kucari. Dan entah mengapa perlahan aku kembali membuka sesuatu yang telah lama ku tutup, sesuatu yang telah lama tak ingin ku dengar. Setidaknya untuk 1 sampai 2 tahun ini. Namun, getaranmu terasa sangat mirip denganku hingga membuatku membuka lembaran itu kembali. Sebuah episode, dengan lakon dan cerita yang baru akan tertulis.
Aku dengan semua kekuranganku memberanikan diri untuk menerima setetes embun yang kau tawarkan, ketika duniaku terasa semakin ringkih karena panas. Ada semacam kecanggungan karena kini semua tampak berbeda. Ada semacam kegamangan karena sebuah tanda tanya terus saja berputar di kepala. Apakah aku akan bisa menjaga dengan baik semua yang sekarang kau titipkan kepadaku?
Kau bukan Jingga, juga bukan Violet. Kau melingkupi semuanya. Warnamu saat ini belum begitu jelas. Namun, itulah yang membuatmu semakin menarik bagiku untuk lebih mengenalmu. Yang jelas kau begitu meneduhkan, auramu begitu menentramkan. Itu yang terpenting. Itu yang membuatku mengakhiri semua petualanganku. Aku ingin segera berlari. Meletakkan semua penat dalam pelabuhanmu yang dipenuhi burung camar yang riang. Dalam duniamu yang ramah.
Kesederhanaan…. Hanya itu yang kupunya, yang kurasa dengannya bisa membuat hidup akan terasa lebih menentramkan. Kebebasan…. Hanya itu cara yang bisa kubagi agar kita sama-sama bisa berkembang. Bukankah potensi kita bisa teroptimalkan ketika kita bisa menjadi diri sendiri? Aku ingin membuatmu terbang setinggi yang kau mau. Keterbukaan…. Hanya itu yang bisa kutawarkan. Semua akan mudah dimengerti saat kita sama-sama jujur dengan keadaan diri kita. Semua akan mudah dicapai ketika kita sama-sama mengetahui bagaimana kita harus saling mendorong hingga pada akhirnya kita sama-sama paham, kita tercipta untuk saling melengkapi. Semoga semua diatas menjadi realita bukan sekedar mimpi atau wacana belaka. Meski aku tak tahu siapa dirimu dan dimana sekarang kau berada.
*ditulis berdasarkan dunia khayalanku.


jadi…
kapan nih undangannya?
siapakah wanita yg beruntung itu??? amiiiiiiiiiiiin.. ^^
waah….semoga mimpi itu bs segera terealisasikan
^_^
aamiinnn amiiinnn,, ikut mendoakan
well well well… lamo tak jumpo… tiba-tiba dah mau kromo?….
owwowowowowww
http://dedisoft.blogspot.com/
wanna talk something with me?
(baca: ngarep dicurhati)
baru ngirimkan ‘proposal’ ya
barokallahufikum..
budi,,, lamanya tak membaca kabarmu…
sekarang sibuk belajar lagi, *alasan.com…
belum, bud,,, belum ada lanjutan cerita yang lalu,,, masih begitu-begitu aja.
gimana kabarmu?
bagaimana dengan merapi?
Assalaamu’alaikum Budi…
Sahabat…. Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati
Di bulan Zulhijjah, Iedul Adha kembali menyapa hari
Kemaafan dipohon untuk khilaf dan salah jika mengkhianati
Sebuah pengorbanan tulus jadi iktibar membaiki diri
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Salam keindahan Iedul Adha 1431 H dari saya di Sarikei, Sarawak.
hanif : Wa’alaikumsalam
Sama-sama Mba.
hmm, gak da cinta rasanya hampa, gk da cinta kadang protes!!!
hanif : Ha ha ha bisa saja kamu.
dalam kesederhanaan itu tersimpan sesuatu yang luar biasa. dan kita hanyalah satu yang ganjil, yang akan tergenapi saat ada dia.
selamat ya….telah menemukan orang yang tepat…semoga selalu bahagia…
hanif : Semoga saja itu bisa terjadi.
wah2…barakallah Pak
hanif : Belum..he he he
Semoga semua diatas menjadi realita bukan sekedar mimpi atau wacana belaka….
Amin…
hanif : Amin…
Assalaamu’alaikum Budi…
Hadir kembali di tahun 2011 ini untuk menyapa Budi yang sekian lamanya menyepi dari dunia online ini. Ke mana aja nih Budi. Sepi sekali di sini. mengapa ya ! Apa sibuk banget, Budi ?
Ayuuh dong, maju dengan tulisan barunya. Di tunggu sesuatu yang indah dan menarik dari Budi.
hanif : Wa’alaikumsalam
Sedang fokus bisnis..he he he.
Salam mesra selalu dari saya di Sarikei, Sarawak.
karena kisah khayalan berarti komennya boleh nggak ya khayalan juga…
hehehehehe, btw lam kenal ja…
hanif : Nyata kok. Bukan Khayalan.
‘kisi2 hati merindu.. entah rindu pada apa dan siapa..
ku tanyakan pada bintang dan rembulan ..tak jua ku dapatkan jawaban.. lelah ku bertanya.. penat ku menghujat…
biarlah rindu dan cinta tetap tersimpan di dada..
walau tak kuat lagi ku ‘pegangkan rasa… ku rela mati dalam buaian cinta…
cinta ‘abadi.. indah ..dari yg ‘terindah… maha indah… allohu rahman wa rahiim… (bersabarlah kawan.. nikmati detik2 kerinduanmu.. rasai setiap sudut dan ruang… ‘TUHAN TAK PERNAH TIDUR ..tak kan mungkin ‘DIA tinggalkanmu sendirian…sbb tiap mahluk di cipta berpasangan..’wallohua’lam).
hanif : Kamu punya blog? Tulisanmu bagus lho…
Lho… belum bisa log in mas?
hanif : Baru bisa..makasih ya.