Kurasa ada sisi warna yang sama antara kita saat kutemui dirimu di jalan menuju masjid itu. Ya… kita sama-sama menyukai warna violet. Meski begitu entah mengapa sangat terasa dirimu masih terlalu panas untuk ku dekati. Terlalu rumit kuterjemahkan sisi kesederhanaan yang kau miliki. Hingga aku selalu gagap ketika harus bertemu denganmu. Berbeda halnya ketika aku bertemu dengan yang lain.
Perlahan aku tahu topeng yang kau pakai. Kau membukanya dalam pembicaraan yang mengalir begitu saja seperti hujan gerimis yang turun seusai pembicaraan kita. Apa yang kau pendam selama ini telah terkuak. Ternyata kita mempunyai topeng yang hampir sama. Dan kau menyembunyikannya dalam setiap senyummu. Juga gelak tawa manjamu.
Jujur. Mungkin itu yang sedang kau butuhkan sekarang agar semuanya bermuara pada rasa leganya jiwa. Juga memaafkan diri sendiri seperti yang juga sedang kupelajari. Melihatmu, aku seperti melihat diriku yang dulu. Lugu, melakukan semua hal yang kusuka tanpa berpikir panjang. Lalu pada akhirnya menyesal karena telah melakukan kesalahan yang fatal dan membebani keluarga yang mencintai dan menyayangi kita, yang selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi kita. Namun, saat itu mungkin kita masih belum dewasa dan memiliki sudut pandang yang berbeda tentang “hal apa yang terbaik bagi diri ini”.
Aku dan kau sama-sama tahu bahwa kita tak pernah bisa kembali ke masa itu. Masa dimana kita memulai kesalahan. Dan menurutku jika kau terus saja menyalahkan dirimu sendiri, kau takkan pernah bisa merasakan apa itu yang namanya bahagia dalam artian sesungguhnya. Bahagia adalah rasa. Dan rasalah yang membuat setiap suasana menjadi indah. Jadi intinya kita bisa merubah semua, awalnya dengan merubah rasa bukan merubah suasana.
Violet. Kita serupa tapi tak sama. Karena kita adalah orang yang berbeda yang mengalami masalah yang juga berbeda. Hanya saja aku selalu ingin membantumu dalam setiap langkahmu. Mungkin ini apologi diriku yang sebenarnya membutuhkan dirimu sebagai pengingat akan apa yang sedang kulakukan. Untuk memaafkan diri sendiri. Lalu membuka lembaran baru sebagai bukti memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.


hm,,, pas banget, kemarin vanie ke kantor mengenakan hijab dan baju kurung warna violet… haha
hanif : He he he ga ada hubungannya.
blue menyuklai postinganmu,kawan
salam hangat dari blue
hanif : Makasih Blue.
Aslmkm wr wb..
Kabar baik kah bud? Dah lama sebenernya pengen protes..
mengenalmu, bercakap denganmu dan membaca tulisanmu, rasanya seperti mengenal dua pribadi yg berbeda..Inikah budi sahabat suamiku?????
hanif : Wa’alaikumsalam
Kabar baik sis. Waduh masa sih…mungkin karena aku seorang yang misterius. He he he Budi masih sahabat Robi, suamimu.
ehm, ehm…
uhuk, uhuk…
hanif : Bu dokter sakit ya?
mungkin warna kita hampir sama tapi tak serupa karna setiap orang punya jalan yang berbeda, itukan yang meramaikan dunia
membantu dan berbagi akan membuat warna menjadi indah
hanif : Aku mendapat hikmah dari apa yang terjadi padanya.
kalo dibaca-baca lagi, memang ada perbedaan, ada kesalahan, dan lebih banyak daripada kebaikan… tapi seorang sahabat semestinya tak melarikan diri ketika yang lain bersalah. Justru mengayomi…. (hiks… baru saja ditinggalkan sendiri mengurus organisasi… ) T_T
hanif : Yang tegar akhi…
apakah violet itu pilihan?? kalau rose memilih merah hati…
meski sama2 merah hati tapi tetep ga sama persis satu sama lain… masing2 punya urusan dan kekhasannya sendiri-sendiri
hanif : Bukan. Violet adalah warna dari dirinya. Ia seorang yang menyukai sisi romantis. Namun, ada kelabilan dalam dirinya yang ia sendiri tak mengerti.
ada hubungannya donk kak, kan saya pake hijab warna violet trus tema tulisan kk juga violet…
violet yang menghubungkan…
hanif : ya ya ya (mengalah…):D
makasih Nif untuk postingannya. MJJ
hanif : Waiyakum
Violet, dirinya, menyalahka diri sendiri, menolong, masa lalu, serupa tapi tak sama.
Saya masih bingung mas..
hanif : Violet atau ungu adalah warna yang menggambarkan bahwa orang tersebut adalah orang yang romantis. Kami sama-sama memilikinya. Dan kami akhirnya menemukan kesamaan yang lain yaitu pernah menyalahkan diri sendiri. Perbedaannya terletak pada masalah yang kami hadapi juga cara penyikapannya.
kalo saya hijau
hanif : Ayo buat tulisan tentang hijau…:D
subhanallah akh…tulisan antum…Bagus
hanif : Wah ukh Rian terlalu berlebihan memujinya.
good words
nice post
hanif : Thanks.
indah banget kata2 nya mas….
suka dengan gaya bahasanya…
makasih, ada sejuta makna yang bisa diambil dari tulisan ini
hanif : Alhamdulillah.
Lia suka Biru dan Hijau…:D
Pilihan itu terletak di hati mu mas hanif….
Ikuti saja
hanif : Delia aku tidak sedang dihadapkan pada pilihan.
mantap, gaya penulisan penuh kiasan mas..
hanif : Agak sulit dipahami ya?
viloet, biru, merah, putih dan hitam punya peranan masing-masing….
kalau di suruh milih warna, kadang saya jadi bingung….
tapi kalo tetep dipaksa milih maka saya pilih merah…
kenapa ?? enggg….kenapa ya…??
salam kenal selalu…
http://ayahkuhebat.wordpress.com
hanif : Ini bukan soal pilihan warna tetapi bagaimana menyikapi sebuah warna yang melekat pada diri kita.
memang kehidupan ini banyak hal-hal yang serupa, tapi tetap saja tak sama, ada senoktah dua noktah perbedaan, itulah warna hidup.
hanif : Perbedaan itulah yang membuat hidup kita kian menarik karena ada penyesuaian-penyesuaian.
postingan ini semakin memperjelas bahwa manusia adalah pribadi yang unik
hanif : Ya kau benar mba…
sy suka semua warna…
hanif : ^.^
saya suka dengan tulisanmu ini mas . begitu berasa, karena berdasarkan apa yang mas sendiri alami.
hanif : Wah kok tahu?
jadi inget novelnya james patterson – violet are blue…
setiap orang pasti punya topeng, tergantung topeng apa yg mereka kenakan.. ada topen keluguan dan kearifan, ada topeng kegelamoran, topeng power rangers, kesatria baja hitam.. *nah lo*
*aku mandan ora mudeng bud*
hanif : Ha ha ha ngawur kamu Is.
kunjungan balik….subhanallah…suka menulis juga..lanjutkan…
hanif : Iya nih Bu..
Bukalah lembaran baru untuk menapak hari esok yang lebih baik. Masa lalu biarlah jadi lembaran yang harus kita tutup selamanya.
hanif : Lembaran baru itu akan kita isi dengan hal-hal yang indah.
dalam spektrum tertentu..
violet memancarkan keanggunannya..
dalam spektrum tertentu yang lain..
violet itu memancarkan kesedihannya…
dan dalam spektrum yang beda lainnya..
violet itu terbungkus oleh sang malam
hanif : Kata-katamu sungguh indah sobat.
pasti violet terharu karna dy djadikan inspirasi n dy merasa smakin berarti di hidupnya…………tq kakak
hanif : Wah kalau itu aku kurang tahu..
Warna yang paling misterius dan paling anggun – violet, ungu dan jingga..
hanif : Sepakat.
sulit untuk menemukan sebuah kesamaan sekarang…
hanif : Kenapa bisa begitu Mas?
sahabatku, kau adalah sang penggugah hikmah
indah nian
hanif : Subhanallah pujiannya untuk Allah saja Mas yang menuntunku merangkai kata-kata.
Aku suka warna hijau dedaunan, suka warna biru nya langit dan samudera. Tetapi aku tak suka warna merah darah, karena sangat menyeramkan…Meski begitu sejatinya semua warna itu indah…
Menyalahkan diri sendiri adalah hal yg paling sering aku lakukan, sungguh tersiksa bila sedang berada di posisi itu. Hidup itu kan proses belajar, dan dalam kegiatan belajar pasti ada salah dan khilaf yg mungkin kita lakukan, baik disadari atau tidak. Dibutuhkan kebijaksanaan untuk bisa menerima kesalahan yg pernah dilakukan, dan berusaha agar kesalahan tersebut tak terulang lagi…
hanif : Semoga kita sama-sama tak mengulangi kesalahan yang lalu Mba.
Waahhh..kata-katanya bagus. Pilihan katanya pas
Saya harus banyak belajar dari mas Budi ini. setidaknya belajar dengan membaca gaya-gaya bahasa yang dipakai
hanif : Akulah yang masih harus banyak belajar. Bahasa dan kosakataku masih monoton alias itu-itu saja.
ultraviolet kali ya makanya panas :p
hanif : Yup begitulah.
dalem bgt postingannya… >_<
hehhehe
hanif : Soalnya dari hati nulisnya.
Assalamu’alaikum
lama saya tidak berkunjung ke blog ini..apakabar? Ma’af tidak komen berhubung mata udh ngantuk skali.
hanif : Wa’alaikumsalam
Baik-baik saja.
ya..tak ada manusia yang sempurna. karena kesalahan adalah bentuk penyempurnaan diri kita (upgrading version), maka maafkanlah diri sendiri dulu untuk membuka maaf-maaf yang lain, agar lembar baru kita adalah lembar tatap masa depan yang lebih baik…
hanif : Semoga kita bisa melakukannya.
yang jelas, jika sesuatu yang tidak enak terjadi pada diriku, maka orang yg pertama kali kali aku salahkan adalah diriku sendiri.. ku yakin ini penting agar terhindar hati ini dari rasa benci, sebal dan marah… ( mm.. ga tau deh ini ada hubungannya apa ngga sama postingan di atas.. heheh.. )
* btw.. aku pernah sangat menyukai warna violet, tp kini tidak lagi..
hanif : Kenapa tak lagi menyukai warna violet?
melo banget si..
yupz.. setiap orang punya sisi kepribadian masing2.. entah mau digambarkan dengan warna violet, merah, biru, hijau atau apalah.. tapi tetep aja beda meskipun satu warna. Sebanyak orang di muka bumi ini, maka sebanyak itu pula ragam kepribadian manusia. Subhanallah, yang telah menciptakan manusia dengan berjuta rasa di hatinya. Indah kann?? Apapun warna kita, Yuk kita warnai hati kita dg celupan Allah ta’ala.
BTW warnaku apa yaaa…??
hanif : Emang sedikit mellow
Warnamu???? mmmm…apa ya?
memaafkan diri sendiri… hmm.. kadang saya fikir jadi jauh lebih sulit dibanding memaafkan orang lain
hanif : Yup kau benar jingga.
nusuk bgt neh kata demi katanya,..
mirip dengan kisah seseorang yang ku kenal dey,..
kog bs ya,..?
hanif : Siapa dia memangnya?kalau boleh tahu…
“serupa tapi tak sama” karena memang semua tak sama dan tak akan pernah sama, setiap makhluk ciptaan-NYA bila terkait atas ke-ESAan tlah terukir akan takdir yg mutlak berbeda entah itu yang tampak maupun kasat mata,(mbulet2 yak..hehe..)…Yg ak tangkap atas tulisan ini bagai Sepenggal kisah anak manusia yg tak lepas akan kisah maupun kasih atas setiap hela nafas yg dihirupnya di Dunia, namun itu semua dapat dijadikan sebagai modal pembelajaran untuk menggapai langkah yg lebih baik di masa depannya..Amin..good luck..
hanif : Iya..mbulet-mbulet tapi aku paham apa intinya.