Jika mendung tak juga menurunkan hujan, maka biarkan setiap sore aku bermain gundu untuk mengusir penatku. Membaur. Mendengar ramainya celoteh anak-anak. Menangkap dan menikmati kembali ekspresi kejujuran manusiaku. Hingga ceria hariku kembali. Aku ingin kembali menikmati semuanya. Memaknai bahwa hidupku adalah anugrah, bahwa hidupku adalah indah. Tentunya dengan berusaha menggali hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi.
Aku ingin kembali membersihkan diri. Dari semua kemunafikan yang kumiliki. Dari semua ucapan yang tak bisa kutepati. Perlahan. Karena aku ingin menikmati prosesnya. Hasil akhirnya hanyalah efek samping dari bagaimana kita menjalani proses itu. Ya karena usaha akan sebanding dengan hasil yang kita peroleh. Aku ingin memulainya dari sekarang. Beranjak dari titik nadirku. Agar aku tak semakin melemah dan tak mempunyai tenaga untuk beranjak.
Maka aku memulainya dengan belajar dari anak-anak. Di sanalah sering kutemukan asal mula semua keaslian. Karena di sanalah sering kutemukan kebeningan. Sesuatu yang dulu mungkin pernah kita memiliki bersama karena kita semua merasakan masa kanak-kanak. Lalu pada suatu masa kita melakukan dosa dan merusak semua tatanan kebeningan kita. Seperti setitik nila yang merusak susu sebelangga. Seperti itulah fase fitrah kita. Kita manusia tempatnya salah dan lupa. Dan untuk menghilangkan setitik nila itu atau mengembalikan susu sebelangga itu ke semula mungkin kita membutuhkan lebih dari satu belangga susu. Mungkin itulah mengapa Rosul menyuruh kita setiap hari memperbaharui syahadat kita. Agar kita memiliki benteng yang lebih kuat dari hari ke hari sehingga tak mengulangi kesalahan yang sama.
Mari bersama-sama memulainya. Beranjak dari titik nadir. Titik kuliminasi yang membuat seakan kita jalan di tempat. Yang membuat kita tak bisa tersenyum bahagia. Jika saja kau masih enggan. Ingatlah, di luar sana ada banyak orang yang menanti senyumku dan senyummu. Kita dibutuhkan. Untuk menjadi solusi. Untuk menjadi penggerak perbaikan kehidupan. Beranjaklah bersamaku…buat dirimu kembali berarti.


Mari kita bersama-sama beranjak menuju perbaikan diri saudaraku…Betapa tidak mudahnya ternyata untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk ke sekian kalinya…Rasanya ingin diri ini berteriak sekeras mungkin ketika hati nurani terabaikan kembali oleh perbuatan maksiat…
Betapa berkumpul dengan kawan-kawan yang saling mengingatkan dan mengajak kepada kebaikan adalah hal yang bukan hanya penting dalam hidup ini, tetapi HARUS!!!
Terus saling mengingatkan ya Bud…
Maaf baru sempat mampir, sekitar dua bulan kemarin aku memang off dari kegiatan ngeblog.
hanif : Ga papa Mba. Santai saja.
sebuah puisi untuk ente:
oemar timbul
ketika aku masih kanak
hidupku seluas langit
dengan krayon ditangan
kupulas dinding
kupulas lantai
kupulas wajah ibuku
semua dengan warna pelangi
bahkan pelangi
kupulas dengan warna hijau saja
sebab hidupku
sebab matiku
tak kupikirkan
sebab semua yang kukenal
akan melindungi
dan mengajari
bahwa setiap dosa
akan meninggalkan warna hitam krayon
di hatiku….
2010
hanif : Hm..puisi yang bagus akhi..
mari Hanif, bersama lagi terus melangkah.. selesaikan tugas.
hanif : Baiklah Bundo.
bener banget kalau ingat hasil kan sebanding dengan kerja keras kita, pingin banget tetep bisa smngat untuk lebih baik
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih
hanif : Terima kasih sudah berkunjung.
InsyaAllah segera berkunjung balik.
saya ingin menjadi orang dewasa yang tetap polos.. *bener gak ya bahasanya*
entahlah, mungkin terdengar aneh, tetapi kadang saat menyelesaikan masalah lewat sudut padang anak-anak, semua terasa lapang…
aku rindu ladang padang ilalang
rindu keceriaan kanak-kanak…
^_^ baiklaaahh… ^^/
ayo, bergerak!! menuju hari-hari yang lebih baikk…
menapaki tangga-tangga kebaikan,,,
saling mengingatkan ngiih… maaf saya banyak salah….
hanif : Kalau aku bahasanya Aku ingin menjadi dewasa dengan kejujuran dan kepolosan anak-anak yang masih melekat di diriku.
Sebelum beranjak, mari hayati makna dibalik titik nadir itu.. Maka akan kau petik banyak pelajaran disana. Semangat!
hanif : Dimana Mas?
yups… mari kita berjalan bahkan berlari ke arah yang lebih baik … semangat!!
hanif : Cayoo!!
Terkadang kita juga perlu mas belajar dari anak-anak. Tentang kejujuran, tiada prasangka dan kepolosan dan kesuportifan mereka bermain. terus berjuang mas.
hanif : Benar Mas. Disanalah tempatnya.
masa anak-anak memang menjadi saat yang penuh kejujuran, keceriaan, semangat, dan ketulusan…
hanif : Benar mba.
Dulu, saban sore msih bsa ktemu anak2…
Skrg malah bingung, mo cari anak2 dimana…
hanif : Emang sekarang dimana Des? Di tengah hutankah?
mari mas….
selamat pagi mas, selamat beraktipitas….semoga sehat selalu….Kebumen hujan terus…Jogja gimana mas…
hanif : Jogja juga hujan, sama dengan Kebumen.
iyah berjalan di jalan yg baik tentunya agar kelak tak ada lagi penyesalan ^^
hanif : Tapi bersiaplah dengan tantangannya.
melangkah ke jalan yg lebih baik tentu merupakan langkah yg dapat membuat kita selamat, baik didunia maupun akhirat kelak.. semangat mas.. semoga kita bisa…
salam hangat..
hanif : Jazakallah Mas, telah memberi semangat dan berkunjung kesini.
Assalaamu’a'alaikum Budi…
Mudahan kita semua akan berubah untuk kebaikan setelah kita tahu kesilapan yang pernah dilakukan. jangan berputus asa kerana tidak ada jalan singkat untuk ke syurga.
Semoga Budi bahagia dan ceria selalu. selalu ada doa yang baik untuk kejayaan dalam hidup dan kerjaya Budi. Salam mesra dari saya di Sarawak, MALAYSIA.
hanif : Wa’alaikumsalam
Amiin mba.
Aku benci bgt dgn kepolosan anak kecil, nyakitiiiin bgt.. Sabaaaar masih anak2 ^_^. Nah,, klu org gede mau menjd dewasa dgn kejujuran dan kepolosan seperti anak2, waaaaah.. Siap2 aja berantem.. Hehehe..
“peace.. don’t be angry“ ‘,’
dahsyat
kau memang sahabatku yg baik
semangat!
hanif : sedang mencoba sedahsyat dirimu sobat!
Jdi pengen ke hutan aj, nif.
Hahay, sedang cape hidup di sini.
Pengen liburan ke jogja lagi, kmaren sempet 3 hari, dan kurang euy.
Dulu saban sore ktemu anak2 karna maenny di TPA, skrg sudah ga lagi.
hanif : Sampai ke Jogja kemarin? Jogja warnanya apa Des?
Titik nadir atau titik terendah yang sedang dirasakan sepeninggal simboknya mudah2an merupakan pijakan untuk menjadi seseorang yang baru, seseorang yang lebih bijak dalam mengambil hikmah kehidupan, seseorang yang selalu belajar menjadi orang yang lebih baik dan seseorang yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dunia akan terus bergulir, untuk itu beranjaklah dari titik nadir dan taklukkan dunia.
hanif : Ya terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi Mas. Doakan saja ya…
saat kanak2 dulu, kita ingin jadi orang dewasa… sepertinya enak jadi orang dewasa, bisa pergi ke mana2…
dulu waktu saya kecil, saya heran ketika mendengar orang dewasa yang mengatakan “pingin jadi anak kecil lagi…”
dalam hati kubertanya2 mengapa orang dewasa mengatakan hal itu?
setelah jadi orang dewasa barulah saya tahu mengapa dulu ada orang dewasa yang mengatakan hal itu…
semakin dewasa diri kita maka semakin berat beban hidup yang harus kita pikul…
di titik nadzir akhirnya terkadang orang dewasa pun bergumam… “enak ya jadi anak kecil..”
just refleksi.. semangat akhi! harapan itu masih ada!
hanif : Memang enak jadi anak kecil..terkadang
Aku juga ingin kembali membersihkan diri. Dari semua kemunafikan yang kumiliki. karena jika tidak kita akan terjerumus kedalam lingkaran setan yg laknat itu..
thanks sobat. moga bisa membawa manfaat
hanif : Sama-sama.
adekna lucuuu
hihi
hanif : Hi hi hi
Terº°˚˚°ºimaº°˚˚°ºKaº°˚˚°ºSihº°˚˚°º banyak ,sgt membantu n menginspirasi saya
hanif : Sama-sama he he he.