Jingga. Mungkin itu warna dirinya. Putih menyilaukan pada awalnya. Dan warna itu mulai mencairkan semua kebekuan sel-sel darahku karena lamanya menunggu. Beberapa tahun telah kulalui dengan segala jerih payah untuk tak hentinya berharap. Terus berharap dengan segala ketidakpastian akan masa depan. Setidaknya harusnya muncul satu titik cerah walau buram seperti harapan. Namun, yang kunanti tak juga datang. Akhirnya laci-laci prasangka telah penuh dan membuatku kelelahan. Aku harus merelakan sesuatu itu kembali kepada asalnya.
Entah ini sebuah keberuntungan atau bukan, aku merasa kelelahanku kini telah bermuara. Saat aku melihat cakrawala bersamaan dengan tirai malam yang akan menutup hari. Ya saat warna jingga nampak jelas terlihat. Indah. Meski sedikit terbiaskan oleh awan. Semilir angin sore yang dibawanya menggelitik untuk memunculkan tawa dan canda yang menggairahkan. Suasana menjadi tidak sedingin dahulu. Semuanya karena keramahan dan ketulusannya saat menyapaku.
Pergulatan hariku mungkin akan tetap menyisakan haru biru. Namun, masih akan ada sejuta kisah yang ingin aku tulis dengan penuh pesona di tiap detiknya. Meski ombak akan selalu datang menghapusnya dengan paksa jika pasang tiba. Dan rasa raguku pun kuharap musnah terbakar oleh rasa rindu yang perlahan terkejar. Hingga batas-batas kesuyian yang sering menyiksaku kutinggalkan. Aku serasa menemukan kembali bagian diriku yang hilang. Mozaik keriangan juga kejujuran yang paling asli dari fase kehidupanku.
Ringan. Itu yang kurasakan sekarang. Ada sinar hangat yang menyemangatkan di tiap paginya. Ada senyum ikhlas yang lama tak kukembangkan di tiap jalannya. Cerita kini lagi bukan sekedar wacana. Di tiap episodenya labirin konspirasi telah membuat hidupku menjadi kian unik untuk dinikmati. Aku terpagut bersama sisi dunianya yang serupa tetapi tak sama.
Mungkin saat ini aku belum mengerti dengan pasti. Ini sebuah kenikmatan atau cobaan dari sang Illahi. Hanya saja semua logika memberikan dukungannya. Apalagi realita sejalan dengan asa. Aku tak bisa berlari dari semua ini. Ini harus kuhadapi. Berharap waktuku kembali terisi dengan kebaikan. Tak lagi berkelana dengan kebingungan. Tak lagi berdalih ketika langkah-langkahku tertinggal.
Aku memang tak bisa menebak akhir cerita. Apakah semua kembali menjadi putih? Menjadi kembali menyilaukan? Atau akan ada warna lain yang kutemui? Semua itu tak bisa diprediksi apalagi dunia terus saja berubah. Aku dan mungkin warnanya. Maka kedewasaan sikap untuk tidak memaksakan kehendak adalah perjanjiannya. Hanya saja ijinkan tetap kukenang warnamu. Sinar lembut di batas hari. Jingga.


Indah sekali, biarkan cerita itu mengalir seperti air, suatu saat pasti akan sampe ke muara, terus semangat ya!
hanif : Begitukah? Harus kuikuti seiring dengan waktu ya?
jingga yang berkilatan dimatanya, hanif..
indah sekali…
hanif : Dimatanya? Aku belum pernah menatap matanya.
Semoga ceritanya berakhir dengan bahagia
hanif : Happy ending. Semua orang pasti menginginkan begitu. Meski begitu kita juga harus siap jika realita tak sejalan asa.
Akan selalu ada esok hari yang lebih baik bagi orang2 yang terus berusaha…
Pengen Tau Gue..???
hanif : Kayaknya Mas melihat dengan sudut pandang yang lain ya hi hi hi
Assalaamu’alaikum …
Sungguh mengharukan. Menusuk ke hati dan dapat merasai apa yang dirasai oleh “aku”. Apa-apapun harus tabah, tenang dan ridha dengan tiap langkah dan deru nafas yang melarikan kehidupan ini.
Salam kangen buat Budi dan maaf saya pohon tika saat pintu Ramadhan membuka barakahnya untuk kita, andai ada silap perkataan sepanjang persaudaraan ini bertaut. Selamat menyambut rahmat dari-Nya untuk kita. Senyum selalu Budi.
hanif : Sama-sama Mba, mohon maaf jika ada yang salah dariku
Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
hanif : Sama-sama Kang.
nif, indah sekali puisi jingga ini.
walaupun tak piawai membaca siratan, aku tau ada sesuatu makna yang dalam sekali. Sudikah menerjemahkannya untukku yang awam ini?
hanif : Ini cerita tentang seseorang yang telah menemukan keindahan. Setelah lama menunggu dan berharap. Mungkin itu intinya.
akhir cerita pasti akan indah kalo kita tetap optimis dan berusaha menjadikan semuanya bahagia….
hanif : Iya, harus ada optimisme dalam setiap langkah. Itu yang membuat kita kembali bergairah kan.
yah itulah kehidupan. kalo bahagia terus akan terasa membosankan. so.. nikmati segala hal yang terjadi dalam hidup kita.
btw, membaca kata jingga jadi mengingatkan ku pada seseorang yang special nih. hihihhi..
hanif : Mas bisa saja. Dapat kata-kata bijak itu dari komik ya?
Kunjungan di pagi hari yang cerah dan salam kenal sebelumnya dari sesama peserta Pesta Blogger 2009.
hanif : Salam kenal mas.
Tidak ada salahnya menjelang bulan suci ramadhan ini bermaaf maafan, maka dari itu maafkan lah daku atas segala tindakan dan ucapan yang tidak mengenakan.
Marhaban Yaa Ramadhan… ^_^
hanif : Sama-sama Mas.
Indah nian, Mas Hanif. Semoga pencarian itu ada ujungnya.
hanif : Mungkin akan sedikit lama menuju ke ujungnya.
Selamat malam mas…
hanif : Malam juga
semoga kau lekas pendadaran, Bud.
hanif : Doakan saja Pin
gambar yang di atas itu apikk >_<
aku suka jingga langit, ^^
di mana-mana indah, termasuk di kota perjuangan ini… ^^
hanif : Aku ngambil dari google kok Nis.
Your Story is very good. May I Publish it in My web-Log? thanks…
hanif : OK!
hwhaha…tenang bud..jangan patah hati…
Masih banyak bidadari yang lain…yang siap menyambutmu dengan pagutan yang mesra….
Kok banyak banget..kata Indah-nya nih…Ada apa nih…
adakah harapan kepadanya…
btw km harus sring apdet kabar terindah dariku…
hanif : Weks….
Sesuatu yang indah pasti dinantikan dan diharapkan semua orang kan?
prosa yang indah….
ikhlaskan, akan dapat penggantinya yang lebih indah.
hanif : maaf ini kenyataan..bukan prosa.
cerita ‘jingga’ yang ini, jauh lebih keren mas..
hanif : Iya..ga tahu lagi mengalir begitu saja kata-katanya.
bagus mas.. jingga memang hanya sebentar singgah pada senja dan kemudian berganti malam.. tapi akan selalu ada jingga baru di setiap harinya
hanif : Ya makanya ingin selalu kukenang saat dia menghilang, lalu muncul lagi.