Kursi panjang di lorong penantian itupun kini melihat senyumku lebih mengembang dari biasanya. Pak Gie (petugas jaga yang sering menyapaku) sampai bertanya “Ada apa, Bud?”. “He he ga ada apa-apa Pak” jawabku tersipu malu karena ketahuan jingkrak-jingkrak meneriakkan “Yes” berkali-kali setelah menutup pintu. Dia tak perlu tahu, ada mozaik kehidupanku yang kembali tertoreh warna oleh rasa bahagia. Setelah penantian yang panjang, setelah debat yang melelahkan dan setelah satu rim kertas HVS A4 kuhabiskan, akhirnya aku bisa seminar proposal minggu depan. InsyaAllah.
Bagi orang lain mungkin ini hal yang biasa. Apalagi seminar ini baru setengah perjalananku menempuh gelar sarjana. Namun, bagiku ini hal yang luar biasa. Soalnya aku merasa telah beberapa kali melewati jembatan putus asa. Bangkit dari keterpurukan demi keterpurukan disebabkan teori baru yang tak kumengerti, juga variabel yang sulit terdefinisi sehingga aku harus menerjemahkan jurnal luar negeri berhari-hari. Tentu saja agar bisa kupahami. (TOEFL kamu rendah sih..Bud).
Teman sekelas yang kini telah lulus mendahuluiku sering menakutiku. Mereka sering mengatakan kepadaku bahwa dosen pembimbingku orangnya perfeksionis, tegas,…bla bla bla .. yang pada intinya berujung pada kata “menakutkan”. Tapi menurutku tak 100 % benar kenyataannya di lapangan. Malahan dia mengajarkanku bagaimana menghasilkan sebuah karya yang benar-benar memuaskan. Ada nilai yang ingin dia sampaikan. Ya… meski dengan sedikit kesabaran dan ketelatenan yang kupertaruhkan. Meski dengan mendengar sindiran sahabatku yang tanpa dia sadari itu menyakitkan.(Aduh, kok kayak jadi mengeluh gini?).
Mungkin kini hanya ungkapan syukur yang bisa kulakukan karena doa di sholat dhuha-ku tadi pagi telah terkabulkan (Alhamdulillah ^.^). Atau mungkin ini pengabulan doa dari sahabatku, orang tuaku atau siapapun yang mencintai dan peduli kepadaku yang telah sudi mendoakanku. Termasuk kalian para sahabatku di blog yang sering membaca dan mengomentari tulisanku. Jazzakallah khoiron katsiiron. Aku secara sadar berterima kasih banyak kepada kalian yang mungkin telah mendoakan aku, semoga Allah membalasnya dengan yang lebih baik.
Hmm…Hari ini wangi apel hijau seakan menyelimuti (itu kan memang bau parfummu Bud? Iya kali ya? he he he). Apel hijau yang menyegarkan dan mengharumkan. Buah dari prasangka baikku kepada Allah. Ya…karena kau juga tahu kan sahabatku, bahwa Allah itu menuruti persangkaan hamba-Nya. Jadi tunggu apa lagi? Mari sama-sama terus berprasangka baik kepada Allah hingga kau juga dapat menghirup segarnya wangi buah apel hijau kehidupan yang kini sedang kurasakan! Tertarik mencoba? Harum lho!!!




email saya dah masuk?
hanif : Udah mas, makasih ya
duh, aku ga suka pake parfum e.
hanif : Pantesan kamu g pernah wangi ya
selamat bud!!!
tancap gass, jalan terus sampe lulus!!!
hanif : Thanks Wink, aku ngisi bensin dulu baru tancap gas..he he
setuju..
jangan pernah berprasangka buruk sama Allah..
hanif : Yup.
Selamat ya Mas, akhirnya setelah lama menanti di lorong penantian, jadi juga seminar
Hm.. wangi apel hijau yaa.. ?
hanif :
semua doa terkabulkan tuhan kan maha pemurah
hanif : Sifat-Nya itu harusnya membuat kita malu, ya ga Masnoe…
alhamdulillah. . . ^^
,
sukses slalu yak v(^^)/ ,harumnya sampe ke malang nie, kbetulan td sore saya minum jus apel
hanif : Jazakillah. Ya …kukira bau parfummu terbawa angin sampai kesana he he he ternyata baru minum jus apel
hummm..wangi apel hijau…persis sama parfum saya kalo lagi pergi kawinan..hehehe..abis baunya seger..
sukses ya mas Hanif….
hanif : Wah ternyata selera kita tak jauh beda ya. Terima kasih atas dukungannya. Sukses juga buat Mas Harsa.
Prasangka kita sering diperturutkan oleh hawa nafsu apalagi dengan yang indah dan wangi. Akhirnya prasangkan buruk pada Alloh terjadi karena kita mungkin tidak seindah dan sewangi ibarat apel itu.
hanif : Ya begitulah Mas, terima kasih sudah berkunjung.
wah dah mau lulus nih…slamat2
hanif : Wah..makasih.
Parfum aroma apel
Wah, sayang saya gak suka pake parfum :_
hanif : Wah mas Achoy g suka ya pake parfum, padahal sunah nabi lho…
bole-bole. hijau itu menyejukkan, apalagi apel hijau pasti yummi banget
hanif : Hi hi lebih enak dari apel merah
Hamba yang selalu berprasangka baik kepada Tuhan-Nya adalah hamba yang menyadari bahwa apa yang diberikan dan diatur oleh Tuhan-Nya adalah yang terbaik untuk dirinya sehingga dirinya akan menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak-Nya, baik itu suka atau duka, senang atau susah, mendapat nikmat atau musibah.
Tiada kata lain bahwa mulailah dan isilah hari kita dengan terus menyebarkan prasangka baik, tidak hanya kepada Allah tapi juga kepada mahluk-Nya yang kita temui setiap saat.
hanif : Ok Mas. Doakan aku bisa terus berprasangka baik kepada siapapun ya.
Sukses yaa ..
Semoga ilmunya bermanfaat bagi umat
hanif : Amiiin.
Berusaha terus ya bud, segarkan trs hati dan pikiranmu sesegar harumnya apel hijau. sukses bt seminarnya dan lanjut trs ampe lulus sidang ya…
hanif : Terima kasih mba, seminarnya jadinya jum’at minggu depan. Mundur dua minggu. Tapi tak mengapa.