Seringkali romantisme itu berubah dalam bentuknya yang beragam. Bertransformasi sehingga tak bisa terbendung oleh semua sekat yang dia buat. Romantisme itu seringkali datang di waktu-waktu luangnya. Menyiksanya dalam kamar sempit kos-kosannya. Lalu gejolak perasaannya diredakannya lewat sms-sms yang dikirimkannya kepadaku. Mungkin umurnya yang sudah berkepala dua juga ikut mempengaruhinya. Sebuah fitrah yang memang wajar bila terjadi. Menyukai lawan jenis. Awalnya dikiranya dengan mencintai seorang wanita yang baik itu bisa menjadi batu loncatan yang bisa mengantarkannya kepada cinta-Nya yang hakiki. Kepada sang Pemilik Cinta, Allah swt. Namun, sepertinya sekarang menjadi bumerang yang seringkali malah menggelisahkan dan melukai.
Untunglah jarak berpihak kepadanya sehingga romantisme itu tak meledak di tempat yang salah. Menghancurkan jati diri yang dibangunnya bertahun-tahun. Maka segala akses komunikasi dengan wanita itu pun sengaja diputusnya demi menjaga dirinya dan juga kesucian hati wanita itu. Biarlah wanita itu menemukan jati dirinya sendiri tanpa campur tangannya. Begitulah dia memaknai cinta yang tak ingin mengekang orang yang dicintainya. Katanya, wanita itu tak perlu tahu untuk saat ini, bahwa ada lelaki yang begitu mencintainya karena belum tentu dia adalah jodohnya. Kerahasiaan menjaga perasaannya selama ini membuatku kagum dan mengacungkan jempol untuknya. Salut. Meski mungkin cara menjaga perasaannya tak sebaik Ali bin Abi Thalib ketika mencintai Fatimah putri Rasululloh. Keterjagaan dari orang lain, yah…alias hanya Allah yang tahu.
Pelan dan pasti, kekhawatiran itu tetap akan datang menyapanya. Aku tahu itu. Ketika ada lelaki lain yang mungkin dekat dengan wanita yang dicintainya. Atau ketika umur kian bertambah tapi hati tak juga siap untuk menjemputnya. Apalagi kebanyakan wanita menikah di usia 22 sampai 25 tahun. Ditambah lagi dengan keadaan keluarganya yang membuatnya sulit untuk segera menggenapkan separuh agamanya itu. Meski sudah ku dorong dengan pesan dari ustad tentang hadist yang menyebutkan bahwa Allah akan menolong pemuda yang menikah karena ingin menjaga kehormatan dirinya, membukakan pintu-pintu rejeki yang tak diduga-duga. Seperti yang kudengar dari sahabat-sahabatku yang lain yang sudah menikah. Namun, tetap saja dia bimbang. Dan akupun bisa paham (soalnya aku juga belum menikah sih he he he).
Kini… aku hanya bisa memberinya saran untuk terus mempersiapkan diri. Menambah hafalan, membaguskan bacaan Al Qur’an, dan memperdalam ilmu agama lainnya selain mencari rejeki untuk menopang kehidupan rumah tangganya nanti (ngutip dari ustad). Karena dia akan menjadi imam untuk keluarganya. Untuk saat ini cukuplah dia mengendalikan perasaannya kepada wanita itu agar menjadi wajar. Tak berlebihan sehingga tak ada kerinduan-kerinduan yang salah alamat. Tak ada sms sayang apalagi sampai apel malam. Perasaannya terahasiakan dari wanita itu untuk menjaga kesucian hati dan perasaan masing-masing. Tidak mudah memang. Namun, itulah jalan yang dipilihnya (aku pun mencoba mengikuti jalannya).
Lalu pada saatnya nanti jika waktu masih berpihak padanya, dia bisa menjadikan wanita itu menjadi rembulan yang menghiasi langit hatinya. Dihalalkan untuknya. Menyambut dia di depan pintu dengan senyuman ketika pulang kerja dan menjaga harta dan kehormatannya ketika dia pergi. Mengingatkannya ketika salah dan mendidik anak-anaknya nanti dengan bimbingan Al Qur’an dan hadist. Ahh…siapa lelaki yang tak mau mendapat wanita sebaik itu? Mau ??? (kayak iklan GSM aja) Jadi baik dulu dong. Ayo yang belum nikah rame-rame memperbaiki diri. Kalau yang sudah nikah. Mmm…(berpikir keras) tetap istiqomah jaga bahtera rumah tangganya ya. Awas ya kalau selingkuh ! (lho kok marah to Bud?, hah…ada-ada saja kamu).
*Terinspirasi dari kisah seorang sahabat dan lagu rembulan di langit hatiku yang dinyanyikan Dani Setiawan




Bud, ini kisahmu ato kisah sahabatmu, hayoo..
hanif : Iiih…Ren kan sudah ada sumbernya tuh dipaling bawah.
Aku belajar banyak dari postingan ini tentang bagaimana menjaga hati.
Thanks a lot, Hanif.
hanif : Jadi terharu…syukurlah ada manfaatnya.
Hatrix sekalian, ya..
Orang yang sedang kita cintai saat ini belum tentu menjadi jodoh kita. Semoga tetap ikhlas dengan apapun yang terjadi, ya..

hanif : Halllah…kukira apa. Ilmu ikhlas itu yang sulit dimiliki, tapi tetap berusaha karena jodoh itu misteri ilahi.
Hanif, sampaikan untuk sahabatmu itu, puisi persembahanku;
JAWABAN KEBANYAKAN ORANG TUA GADIS; SAAT YANG DATANG MELAMAR PEMUDA BERKANTONG TIPIS
Tak bisa kutepis,
Engkau pemuda idealis
kritis
agamis
necis
romantis
mantan aktivis
yang selalu optimis
Namun sayang,
Kau tak realistis!
hanif : Dia belum ngomong ke orang tua gadis itu akh. Jangan-jangan ini hasil pengalaman sendiri ya? He he he
So, ungkapkan cinta saat kita benar-benar telah mempersiapkan menghadapi konsekuensinya. Lagi pula, keromantisan semu hanya akan berbuah dosa.
hanif : Benar adanya. Makanya dia sangat menjaga kerahasiaan perasaan cintanya. Memastikan itu benar-benar cinta ataukah hanya nafsu yang dibarakan oleh syetan dan bersemayam dalam dirinya.
ini kisah nyata kah ata fiksi?
Membacanya bener2 bikin nyaman dan mrskan suasananya bnr2 damai.. hehe
ungkapan yg sprtnya jujur.. *sok tahu mode on*
mksh y udah mampir k blogQ
salam kenal
keep writing
Nice blog
hanif : Nyata. Terimakasih atas pujiannya. Sebenarnya masih banyak kekurangan dalam tulisan ini. Masih harus banyak belajar. Salam kenal juga.
salam …
sebuah kisah yang sangat ….JUJUR MENGATAKAN KEPADA DIRI SENDIRI
cINTA ……SEMUA DATANG DENGAN MANISNYA
cINTA …….SEMUA PERGI DENGAN KEPAHITAN
makasih …..sudah mampir semoga akan menambah saudara
hanif : Memastikan perasaan itu cinta atau nafsu, itu bagian tersulitnya Mas karena konsekuensi dan keberlanjutan sikapnya semuanya tergantung dari kejelasan perasaan itu. Kejelasan dari perasaannya itu akan dilahirkannya melalui kata lamaran ke orang tua gadis jika memang perasaan itu benar-benar adalah cinta.
Cinta….membingungkan….!!???
Tetep berkarya bang…sip
salam kenal…
Untuk sahabatnya, di-plongkan saja rasa yang ada dalam hatinya. Biarkan semuanya mengalir tanpa ada hasrat besar untuk memiliki sehingga tidak muncul beban besar yang nantinya bakal menggelayuti. Selalu mendoakan untuk yang terbaik bagi dirinya dan diri kita. Kasih sayang bisa diwujudkan dengan keikhlasan kita mendoakan si dia agar mendapatkan yang terbaik bukan?
Dan satu lagi kalau masih kuliah ya diselesaikan dahulu kuliahnya
.
emm……. romantis, emm……. suasana yang begitu indah, seindah suasana sejuknya alam yang hijau tanpa terkontaminasi polusi,
Terkadang bahwa perasaan bisa mengalahkan akal sehat, apalagi kondisinya lagi jatuh… gudubrak…cinta. mba sangat setuju lho sama mas jafar, biarkan perasaan itu mengalir dalam sungai yg tenang….iringi dgn do’a…..biarkan Allah menentukan dmana akan bermuara rasa itu, seperti yg budi bilang jodoh itu rahasia allah kan? kelarin ya…skripsinya:)
Siap bos
aku kan berusaha perbaiki diriku
Saling doakan ya !
Ha..ha..
Ketauan kalo kehidupanmu jauh dari romantisme..
Jd yg diposting kisahnya sahabat..
btw bahasa jiwanya bagus, tp kayaknya pernah baca..dimana yah?
Wanita yang baik untuk laki2 yang baik. Ya, kan? Kan?
waduh.. waduh.. maaf baru bisa berkunjung bud
ini kok kaya kisahmu sendiri ya? hehehe..
keep fight aja lah, bener tu yg baik untuk yg baik dan yg buruk untuk yg buruk, kl setengah2???!!
hehehe
sudah lama goresan hatimu tak menghiasi dunia maya. mungkin kau telah kembali berjuang meraih impian gelar sarjana. Mintakan doa pada keluargamu di Kebumen sana, sebagaimana syair lagu yang sering kau nyanyikan saat rembulan menghiasi malam-malammu di beranda depan rumah tua….
doakan aku di sholat malammu
pelita perjalananku
agar kemudahan selalu mengiringi setiap usaha.
Nice post Budi..
Iya Awas ya kalo selingkuh ..! Nggak perlu dicoret..!
ehem
Crita dari temen sapa Bud?
Jangan2 aku kenal?
Nah Lho pelajaran Tuk semua……………….
Siap semakin hari jatah umur kita berkurang tapi akankah Target2 yang sudah kita buat terselesaikan?
Ha………..?!
Aku pengen dengar kamu menyanyikan lagu rembulan di langit hatiku… hihi
kok kisah ini mirip dengan kisahku yah?
jangan-jangan…???
ane kenal orangnya ya? yang kadang sms ane juga. kalau bukan, berarti orangnya antum akh…hehehe…
bud, hati-hati klo dengerin Nashed, tar terinspirasi yang aneh-aneh. oya, jo bongkar-bongkar rahasia temen…, atau rahasia siapa yo…? klo ngerjakan skripsi inspirasinya yang lain…. kan sekarang sudah jadi ssketaris Takmir…..
Hm.. postingan yang bagus.. Menjaga perasaan untuk sebuah cinta bukan hal yang mudah tuh sahabatku. Sepanjang itu bukan suatu cinta yang salah, apakah tidak sebaiknya disampaikan saja dan dibiarkan mengalir, tentu tetap dengan menjaga kehormatan dan martabat..? Atau aku orang yang terlalu ekpresif kali ya..? Hm..
Sebaiknya berterus terang adalah jalan terbaik daripada kita memendam rasa. kerana dengan berterus terang, tiada persoalan akan berlarutan dan tentu sekali tiada penyelesaiannya. Selalu orang kata..jika itu cinta sejati….pasti akan bertemu juga. Apakah betul kata-kata tersebut atau terpengaruh dengan cerita bollywood yang terlalu mengangungkan cinta manusia.
Cinta Saidina Ali kepada Fatimah, bukan kerana dia tidak sanggup untuk meluahkannya tetapi kerana kedudukan dirinya yang banyak terhutang budi kepada Rasulullah saw. Rasa malu itu yang mengikatnya apatah lagi dia tidak punya harta untuk membina bahtera bahagia.
Cinta itu indah jika cinta itu di hubung dan dilandaskan kerana Allah swt.
saya tidak lagi berani bicara hubungan antar manusia …
hanif : Ya ga papa mba.
Assalammu ‘alaikum mas…
Salam Kenal, Setelah baca komentar mas di postingan saya, saya jadi pengin baca link yg mas kasih (yang ternyata ke postingan ini :p)
Saya tetep gak setuju membandingkan wanita dengan rembulan mas, Karena rembulan gak bakal bisa menerangi malam tanpa matahari, rembulan sebenarnya kasar.. Tapi namanya Interpretasi ya.. subyektif..
BTW: Hmm.. Cinta.. saya bingung mo ngasih komen apaan… cuma bisa mendo’a kan temen mas itu, semoga di syurga nanti disatukan dengan wanita yg dicintainya itu.. Allahuma aamiin…
hanif : Wa’alaikumsalam.
Ya udah gapapa, ga ada yang salah dengan perbedaan. Itu semua lahir karena sudut pandang kita yang berbeda, aku hargai itu dan ternyata Mas ga gampang goyah pendirian ya..keren!
kata2nya bikin merenung….merenungi nasibku juga ney..coz aq udah 25 tahun, tapi blm ada yang bisa membuka pintu hatiku…Hmpfh!!tapi, di antara penantian ini…saya selalu berfikir..Allah pasti membalas penantian ini dengan sesuatu yang baik…Semoga…
Wanita yang baik hanya untuk laki2 yang baik,kan??kata2 itu membuat saya selalu berusaha menjadi pribadi yang baik…
Jadi teringat pesan seseorang…
bila kau sedang menunggu seseorang utk menjalani kehidupan menuju ridho-NYA,
fashbirii bishobron jamiil (maka bersabarlah dengan keindahan),
demi ALLAH….dy tidak akan datang karena kecantikan/rupa,kepintaran ataupun kekayaanmu,
tapi ALLAH-lah yang menggerakkan dy utk datang kepadamu,
Janganlah tergesa utk mengekspresikan cinta padanya sebelum ALLAH mengizinkan,
belum tentu yg kau cintai adalah yg terbaik untukmu,
siapakah yg lebih mengetahui melainkan ALLAH???
Innallaha ‘alimul hakim (sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana)
Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dalam hati rapat2,
ALLAH akan menjawabnya dengan lebih indah disaat yang tepat”
OKEGH ga tuh??
hanif : Keren-keren, suatu saat aku ingin berkenalan dengan orang yang memberi nasihat ini.
[...] Tulisan ini adalah kelanjutan dari Rembulan di Langit Hati. [...]
huuuaaaa……pngn nangis….
waduw,,,
makasih mas atas kunjungannya ke blog saya.
wanita, 22 tahun.
tugas akhir gag kelar-kelar.
itu sih saya banget.
bedany, saya cenderung gag bisa menguasai diri.
pdhl, udah bagus2nya tu cwo gag bilang macem2 ke saya.
bener jg tuh, takut bgt klo yg dirasakan saat ini bukan suatu petunjuk baik,
tpi dorongan nafsu…sprti yg smpet dibilang bpakQ.
*menarik nafas panjang dan dalam.
Jd bingung lgi dah…
hanif : Iya kuncinya adalah pengendalian diri.