Salah satu sisi kesederhanaannya ia terjemahkan dalam sayur santan bambu muda yang sengaja ia buatkan untukku siang itu. Sayur santan kesukaanku. Lewat jari-jari tuanya yang setia mengiris cabe, bawang dan bumbu-bumbu lainnya setiap hari. Rambutnya yang kian memutih tak menghilangkan keanggunan dirinya. Meski tubuhnya kian merenta, keriput dan hanya dibalut baju kampung yang tak mewah. Setiap kata yang terlantun mengajarkan aku dan kakak-kakakku segala kebaikan, kesantunan menyikapi setiap permasalahan. Membuat mengerti akan arti hidup ini.
Ia juga yang mengajarkanku akan makna syukur. Bahwa setiap butir nasi adalah rejeki. Rejeki yang diberikan Allah untuk keluarga kami. Maka ketika makan, setiap butir nasi yang kami ambil dari ”Magicom” buatan Korea itu tak boleh ada yang tersisa. Jika tersisa katanya butir-butir nasi itu akan menangis. Dan Allahpun akan murka karena kami tak bisa mengukur kebutuhan diri sendiri. Lebih mengedepankan nafsu serakah kami.
Akan kuletakkan kepalaku diatas pangkuannya setiap aku pulang. Melepas kerinduan dan kepenatan perjalanan. Memintanya untuk memijat dengan alasan kepalaku agak pusing. Padahal itu hanya alasan yang kubuat agar aku bisa merasakan belaian lembutnya dirambutku seperti saat aku masih kecil. Sambil menonton televisi sehabis sholat isya. Ia akan selalu berujar ketika melihat tayangan televisi yang menampilkan wanita berpakaian seksi dengan bahasa sederhananya “Jan pantes bae jare kanjeng Nabi, neraka lewih akeh wong wadone lha sandangane kayak kuwe sih” {terjemahan : Pantas saja kata Nabi, neraka lebih banyak diisi oleh wanita, lah cara berpakaiannya seperti itu (tidak menutup aurot)}. Begitulah pikiran sederhananya bekerja. Lalu aku tersenyum dan mengangguk mengiyakan.
SR ~Sekolah Rakyat~ yang sekarang setara dengan SD tak sampai lulus dienyamnya. Mata tuanya telah menjadikannya sulit untuk membaca. Namun, masih diusahakannya membaca surat Yasin setiap malam Jum’at. Wawasannya hanya bertambah dari pengajian yang sering diikutinya setiap malam Rabu di masjid Fathul Falah, masjid kampungnya. Interaksi dirinya dan suaminya dengan masjid serta kekentalan nuansa Islam NU di kampungnya telah membuat anak-anaknya tak asing dengan masjid dan Al Qur’an. Maka ketika anak-anaknya mencari jodoh syarat rajin sholat dan bisa membaca Al Qur’an dengan lancar pun wajib dimiliki oleh semua calon menantunya. Dua syarat yang sederhana dan tak muluk-muluk. Mereka tak ingin keluarganya jauh dari agama. (Ayo siapa yang mau daftar? masih satu nih yang belum menikah…tahu sendiri kan? Hi hi hi).
Begitulah sisi-sisi kesederhanaan ia pancarkan melalui keteduhan matanya. Dicoba dilukiskannya dengan tinta kedamaian kepada setiap hati anaknya sejak dini. Merasuk dan mengalir dalam denyut nadi. Ketika kami merasa kehilangan sisi kesederhanaan itu, menafikkan dirinya, maka kerinduan itu pun akan membuncah. Tak terbendung. Lalu kamipun harus pulang dan mendapatkan lagi dari dirinya. Ya hanya dari dirinya. Begitulah adanya karena dialah…. Simbok kami. Orang yang telah melahirkan dan membesarkan kami. Di telapak kakinyalah surga kami berada. Kamipun berusaha sebisa mungkin untuk tak mendurhakainya. Membuat terluka hatinya. Itu juga yang kamu lakukan terhadap ibumu kan? Jika ibundamu sudah meninggal, jangan lupa untuk mendoakannya ya…
*Lagi kangen simbok di kampung nih*.




Ingat masih kecil dulu, kalau makan nasi nggak boleh di sisa apalagi sampai terbuang….entar nasinya nagis…
Saya suka banget dengan sayur bambu muda, kebetulan di rumah saya banyak pohon bambu.
Ayah suka sekali mengambil bambu muda untuk di olah sayur oleh ibu. Biasanya kalau udah makan sayur bambu muda saya bisa bolak-balik makan, tetapi di ganyangin aja…(Makan Nggak pakai nasi)
wanita berpakaian seksi
eeheemmm itu bukan saya yang sekarang loh…., itu saya yang dulu….yang masih menjadi gadis metropolitan. saya yang sekarang sudah meninggalkan gelar keseksian saya meninggalkan asesoris, sahabat, dan gaya hidup metropolitan. Bukan berarti saya terjebak pergaulan bebas atau Narkoba…
Saya yang sekarang menutup aurat dengan rapat.
Yah….terkadang hidup bisa membuat seseorang belajar tentang makna yang sesungguhnya…
Untuk apa dan kemana tujuan hidup kita yang sesungguhnya dan untuk apa kita di ciptakan di dunia ini.
Anda bersyukur punya orang tua yang begitu memperhatikan anak-anaknya…
Orang tua saya selalu sibuk dengan urusan mereka, dan sejak kecil saya tumbuh bersama Alam Tanpa bimbingan mereka. Tetapi saya tidak pernah menyesali kan hal itu, bukankah itu sudah lama berlalu. Dan alam banyak mengajarkan Saya bagaimana hidup yang sesungguhnya.
Salam…
hanif : Kami memaknai sendiri apa yang mereka berikan. Soal perhatian lebih banyak ke agama. Sekolah kami dibiarkan bebas. Namun, alhamdulillah semua kakak-kakakku dan aku ga pernah buat masalah di sekolah. Pernah gara-gara ga mau ngaji atau sholat aku dipukul pakai bambu kecil sama Bapak. Tapi itu pelajaran yang berharga. Sekarang sudah besar pun masih sering diingatkan, jangan lupa sholat sama baca Qur’an.
Temakasih Sahabat..
Ada hal yang tak bisa terlukiskan oleh kata2..
Karena kerinduan pada 2 sosok itu lebih besar
dari kerinduan yang bisa kutampung dalam hidupku..
Aku rindu mereka..sama seperti dirimu teman..
Pada mereka kasih sayang pertamaku kuungkapkan..
hanif : Iya sama-sama. Ah…maaf ya…jadi buat sedih. Jangan lupa doakan ibumu di sana ya.
Ditempat ku itu namanya rebung….
Menurut cerita teman ku. di Jepang makanan ini merupakan makanan mewah dan mahal…
hanif : Wah betulkah? Kalau gitu besok kapan2 kita bawa banyak ke Jepang. Sepertinya bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. Terima kasih atas pengetahuan baru yang kamu berikan Mas Jay.
Aku jadi kangen sama Ibuku di rumah…
Aku jadi sedih. Hiks. Kapan aku pulang lagi, ya?
Hanifarrul membuatku sedih. Ayo tanggung jawab, belikan tiket pulang pergi Jakarta-Kebumen.
Ibu adalah sosok manusia yang luar biasa, memiliki kesabaran seluas samudera… Penuh kasih dan cinta.
Kapan ya aku bisa jadi Ibu? Ups.
hanif : Kalo kangen telepon atau chating sama beliau.
Kan ada internet !!! (kayak iklan layanan masyarakat saja).
Kalo mau pulang pake pintu kemana saja Doraemon. Pinjam dulu sana !
Suatu saat kamu akan menjadi seorang ibu Ren…tenang saja, waktu kian mendekat. Siap-siap aja mulai dari sekarang. Jangan lupa ngabari dan ngundang ya….
iya..
rebung namanya..
enak dibikin sayur lodeh ato isi lumpia
hanif : Iya sebenarnya memang itu namanya. Hanya saja aku ngambil judul ini biar lebih menarik. Emang enak kalo dibuat sayur, tapi kalo isi lumpia belum pernah liat dan nyoba. Kapan2 beliin atau bawain dong. He he he
emaak…..yang bisa kulakukan sekarang hanya mendoakan mu mak…..
kangen emak……itu makanan kesukaan emak saya juga mas. rebung…
hanif : Oiya sama dong. Kapan-kapan boleh makan bareng di rumahku atau di rumahmu. He he he. Makasih dah berkunjung ke gubukku ya.
Saya mencintai kesederhanaan karena itu mempesona seperti bagian dari alam ciptaan ALLAH …
hanif : SUbhanallah. Sepertinya aku harus banyak belajar lagi nih dari mba tentang arti kesederhanaan
Iya.. kasih sayang ibu memang sederhana tapi maknanya sangat luar biasa
hanif : Bener banget Wi. Bahkan kita ga akan bisa membalas budi baiknya. Berdoa dan berusaha terus untuk menjadi kebanggaan ibu kita masing-masing ya.
mba lagi ingat ma ibu, ketika baca tulisanmu ini jd ingat trs….insyaAlloh besok aq pergi ke rumah ibu tuk mengobati rasa rinduku yang sangat besar malam ini….Ya Alloh berikan kesehatan untuk mama….amiin ya Alloh
hanif : Mm…mau birulwalidain ya. Salam buat mamanya mba ya.
Akh.. indah sekali sahabatku..
Ibu, pengorbanannya, kasih sayangnya, doanya..
Adakah yang bisa mengantikan semua nya itu..?
Terima kasih untuk mengingatkan kembali dan terus berbagi sahabatku.
Salam hangat selalu,
hanif : Hiks…hiks…jadi terharu Mas Nug. Aku pernah baca kalo seorang anak penghafal Al Qur’an bisa memberikan orang tuanya di akhirat nanti pakaian yang sangat mewah sebagai hadiah dari Allah. Sekarang pertanyaannya kita mau menghafal Al Qur’an ga? Kita pasti bisa kan Mas Nug. Keep spirit !!!
Kesederhanaan mereka adalah kekuatan bagi kita anak-anaknya. Kekuatan yang sengaja mereka bekali agar kelak anaknya bisa menjadi seseorang yang bisa menghadapi kerasnya zaman.
Kesederhanaan mereka adalah doa bagi kita anak-anaknya.
Doa yang akan berlaku sepanjang zaman.
hanif : Hm…bener-bener. Mas Jafar kayaknya dah banyak makan asam garam kehidupan nih. Komentarnya dalam banget.
Kesederhanaan, tapi bermakna sangat agung..
Betapa agungnya Seorang ibu yang tanpa pamrih memberikan semua itu… sungguh tak mungkin bisa kita membalasnya sampai kapanpun pantaslah jika surag berada di telapak kaki beliau…
hanif : Kasih ibu sepanjang masa kasih beta sepanjang galah. Kata-kata itu memang benar adanya.
Ehmmm kalau aku sih sayur rebung itu bukan masa lalu saja.. sampai sekarang juga masih sering masak itu.. kadang juga buat isi lumpia..
Tapi ehmm kalau rebungnya teralu tua jadi keras.. dan Bapakkupun bertanya dengan bercanda, “ini sayur gedhek ya?”
*gedhek itu dinding rumah dari anyaman bambu..*
hanif : Yang muda lebih enak ya mba. Semua keluargaku juga suka sayur ini. Jadi ingat rumah