Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Sebuah Awalan

Dalam ketenangan nafasmu, aku tahu ada banyak hal yang kau alami hari ini. Jika kau sudi… berbagilah denganku. Kau boleh bercerita tentang aku dan pemikiranku disini. Apapun…yang kau lihat, kau rasa, dan kau dengar. Sebab diantara takdir-Nya yang indah, ada kau dan aku diantaranya. Anggap saja ini rumahmu. Biarkan semuanya mengalir melalui jari jemarimu yang menekan keyboard dengan leluasa. Menulis itu seharusnya semudah bernafas dan seikhlas buang hajat, kata temanku. Tak perlu takut untuk menunjukkan sudut pandangmu dalam melihat sebuah peristiwa. Yang terpenting itu sudut pandang sejujurnya yang kau miliki saat ini. Lanjut Baca »

Beberapa Pertanyaan

Dimana siang ketika malam ada? Logika itu yang masih memberikan secercah harapan ketika duniaku gelap oleh pikiran yang kubuat sendiri. Selalu ada yang mengerikan dari sebuah rasa sepi. Sebuah keterasingan. Apa makna dibalik kehadiran kita di dunia? Ketika kita menimbang peranan kita dalam kehidupan orang lain dan nyatanya sedikit, pernahkah kau bertanya “Apa yang selama ini kulakukan?” Berapa orang yang bisa bahagia karena kehadiran kita? Kalau memikirkan itu, kadang aku ingin menjadi bayi kembali. Dimana semua orang akan melihat bahagia saat melihatku. Lanjut Baca »

Akan Kupatahkan Sayapku

sayap patah

Mungkin langit tahu aku sedang mengandung kegelisahan sepertinya. Ia pun memberi isyarat dengan menitikkan ribuan anak gerimisnya untuk membasahiku, menyuruhku turun dengan lembut. Kepak sayapku memang telah melemah karena terbang ribuan kilometer untuk mencari sesuatu yang hilang. Ya..Tulang rusukku. Lanjut Baca »

Dear Violet

violet

Dear Violet

Sepi telah menjerat hari-hariku. Hanya rintik hujan dan ranting patah yang sesekali meramaikannya. Jarum jam yang terus berdetak memunculkan rahasia demi rahasia apa arti kehadiranmu dalam kehidupanku. Dan sebelum semuanya terungkap, kau terburu-buru menghilang tanpa bisa kuhentikan. Lanjut Baca »

Menghapus Kerapuhan

Menghapus Kerapuhan

Melangkah kakiku perlahan. Masih dalam mendung yang menggelayut. Meneguk semua keparauan dunia. Aku memulai semuanya dari awal. Terjun dalam jurang begitu dalam. Dari sana banyak petualangan yang kualami. Banyak kesadaran baru yang aku mulai mengerti. Benang merah antara peristiwa demi peristiwa kini tampak perlahan. Seperti peribahasa kalau ada asap pastinya ada api. Hanya saja seringkali sulit sekali mengambil sikap yang bijak untuk menanggapi sebuah peristiwa. Aku masih sering latah. Hah!!! Saat aku menyadari aku salah bersikap aku hanya bisa menyesal dalam hati. Lanjut Baca »

Dalam Sebuah Bait Cerita…

bukan sekedar mimpi

Dalam sebuah bait cerita…

Aku kembali mencari jiwa yang hangat, yang mampu mencairkan kebekuan hatiku. Menawarkan keletihanku melihat lampu yang berjalan melawanku setiap malam. Membersamaiku melewati gerimis pagi yang membuat mentari seolah mengalah untuk bersinar. Seseorang yang sederhana saja. Seseorang yang sangat setia, juga kuat karena ada mimpi besar yang sedang kuperjuangkan di kota kecil kelahiranku. Lanjut Baca »

Bukan Sekedar Mimpi

bukan sekedar mimpiAwalnya aku hanyalah butiran-butiran kemungkinan. Lalu kau datang menggenapi ruang di setiap sela ruas jariku. Membuatku terdiam sejenak. Adakah benar aku menemukan keramahan yang hangat yang selama ini kucari. Dan entah mengapa perlahan aku kembali membuka sesuatu yang telah lama ku tutup, sesuatu yang telah lama tak ingin ku dengar. Setidaknya untuk 1 sampai 2 tahun ini. Namun, getaranmu terasa sangat mirip denganku hingga membuatku membuka lembaran itu kembali. Sebuah episode, dengan lakon dan cerita yang baru akan tertulis. Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.