Feeds:
Tulisan
Komentar

Saat-Saat Terakhir

Allah mempunyai banyak cara untuk melembutkan hati. Hanya itu kini yang kuyakini atas semua cobaan yang datang kepadaku. 7 Februari 2010, pukul 05.oo WIB, simbok menghembuskan nafas terakhirnya setelah satu setengah bulan berjuang menahan sakit jantung dan sesak karena paru-paru basahnya. Siang hari sebelumnya, aku dan kedua kakakku mengantarnya untuk kontrol ke dokter di RSUD Kebumen. Sengaja kubelikan 2 plastik gula batu setelah pulang menebus obat agar ketika simbok minum lidahnya merasakan manis dan membuat dirinya tak batuk lagi. Lanjut Baca »

satu janjiKu biarkan rasa bakti itu menemukan alurnya. Melalui suapan demi suapan bubur ke bibir perempuan yang merenta oleh usia. Juga melalui ayunan kipas bambu untuk mengusir panasnya. Ia, ibu kami. Seorang yang begitu berharga bagi kami sekeluarga, yang telah melahirkan dan mengenalkan kami kepada dunia. Kini ia terkulai lemah. Sudah beberapa hari ini kami berusaha tegar di depannya. Setegar ketika ia dulu mempertahankan kesederhanaan dirinya. Lanjut Baca »

Jiwa yang Tenang

jiwa yang tenang
Wahai jiwa yang tenang…
Izinkan aku merindumu tanpa romantisme yang semu. Saat malam yang tercipta tak lagi menjadi penawar lelahku. Malam lebih banyak menyuguhkan rasa sepi. Sepi yang mempunyai ribuan jebakan. Mungkin sudah teramat sering aku terperosok ke dalamnya. Membuatku kehilangan konsistensi. Kehilangan jati diri. Aku tak lagi setia. Meski sudah kucoba menyambangi sahabat untuk berbagi. Hanya saja kali ini sepertinya teramat sulit untuk membuat mereka mengerti. Lanjut Baca »

Sapaan Indah

Biarkan Aku Jatuh CintaKita bertemu dalam hijaunya idealisme. Dalam kegagapan memaknai fase menjadi dewasa, kita perlahan-lahan menjadi akrab. Kau dan aku sama-sama membuka sedikit demi sedikit kulit kemunafikan kita masing-masing. Tanpa kita sadari. Tanpa rekayasa. Semua berjalan secara wajar. Seperti sedang membaca dan memerankan skenario sebuah drama, kita mengikuti alur yang seakan sudah dibuat untuk kita. Kau dan aku akhirnya sama-sama mengerti kekurangan dan kelebihan kita masing-masing. Lanjut Baca »

Kepastian yang Mahal

kepastianHari itu mungkin luka menghampirinya, di saat semua orang di sekelilingnya menampakkan rasa bahagia. Ia berkata lirih kepadaku “Tetaplah disisiku, temani aku melewati semua fase ini. Jika kau pergi sebentar saja maka aku takut aku tak dapat mengendalikan diri hingga berbuat sesuatu yang mungkin mempermalukan diriku sendiri”. “Baiklah”, jawabku singkat. Aku mencoba memahami gemuruh ombak yang sedang menerpa hatinya. Aku yakin ada pertarungan yang dahsyat yang sedang terjadi di dalam dadanya. “Ya Allah kuatkan hatiku” katanya lirih kepada dirinya sendiri. Aku menoleh sebentar kepadanya, sepertinya ia sedang berusaha untuk mendapatkan sebuah arti kata keikhlasan. Atau pembuktian akan definisi sebuah kata yang sering dikatakannya kepadaku? Lanjut Baca »